Breaking News:

Kronologi Ayah Hamili Anak Kandung di Takalar, Awalnya Lihat Ganti Baju hingga Sembunyikan Putrinya

Kronologi Ayah Hamili Anak Kandung di Takalar, Awalnya Lihat Ganti Baju hingga Sembunyikan Putrinya

canalc.com.ar
ILUSTRASI - Ayah Hamili Anak Kandung di Takalar, Awalnya Lihat Ganti Baju hingga Sembunyikan Putrinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar ayah menghamili anak kandungnya di Kabupaten Takalar, sempat menghebohkan publik, Selasa (10/12/2019).

Kasus ini terbongkar setelah seorang ayah, T dilaporkan polisi karena telah menghamili anak kandungnya, H (16).

Diketahui kini sang anak yang telah mengandung janin berusia enam bulan.

Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Takalar, Aipda Suanto mengungkapkan kasus ini terungkap setelah istri pelaku, curiga anak dan suaminya tiba-tiba menghilang.

Karena kecurigaan itulah, sang istri kemudian melaporkan suaminya ke polisi, Rabu (4/12/2019).

Kronologi

Di hadapan polisi, T mengakui menggauli putri kandungnya selama dua tahun terakhir.

Saat itu anak kandungnya masih duduk di bangku SMP.

Kala itu, korban pulang dari sekolah dan hendak ganti pakaian di kamarnya.

Pelaku T yang melihat anaknya, langsung memeluk dari belakang.

T juga memaksa sang anak untuk melayani nafsu bejatnya.

Korban melawan, namun sia-sia karena tenaga pelaku lebih kuat.

T mengungkapkan jika anaknya digauli sekali dalam seminggu.

Aksi bejat itu hanya berhenti jika anaknya tersebut sedang datang bulan.

“Dia selalu berontak setiap saya mau. Biasanya dalam sekali seminggu saya berhubungan badan. Kecuali kalau datang bulan,” kata T yang dikutip dari TribunTimur.

T melakukan aksi bejatnya tersebut saat sang istri sedang tidak ada di rumah.

Pelaku menceritakan ketika sang istri keluar rumah untuk bekerja di sawah dirinya kerap menggauli sang anak.

Setelah dua tahun dirinya melancarkan aksi tersebut, kini sang anak pun menggandung janin berusia enam bulan.

Mengetahui hal tersebut, T sempat berusaha untuk menggugurkan kandungan yang dikandung sang anak.

T pernah membeli beberapa obat penggugur kandungan.

Hal tersebut ia lakukan demi menghilangkan jejak dari aksi bejatnya itu.

Namun sayang, usaha T untuk menggugurkan janin yang dikandung oleh anaknya gagal.

Janin yang dikandung sang anak terlalu kuat sehingga tidak bisa digugurkan.

Mengetahui hal tersebut, T kemudian menyembunyikan keberadaan anak kandungnya.

T membawa anaknya ke Kabupaten Pangkep untuk menghindari kemarahan istrinya.

Sang istri curiga melihat tingkah laku suami dan anaknya yang menghilang selama tiga minggu.

Kemudian sang istri melaporkan hal tersebut ke kantor polisi.

Akhirnya, pelaku dan putrinya berhasil ditemukan di sebuah kamar kost di Kabupaten Pangkep.

Saat diperiksa pihak kepolisian, pelaku mengaku bersedia bertanggungjawab.

Hal tersebut ia lakukan agar anak yang dikandung oleh putrinya tersebut punya ayah.

Ia bersedia menikahi anak kandungnya sendiri.

"Perbuatan itu memang tidak senonoh tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur. Kalau disuruh bertanggungjawab, saya mau menikahinya," kata T.

(Tribunnews.com/Anugerah Tesa/TribunTimur/Ikbal Nurkarim)

Berita Populer
Penulis: Anugerah Tesa Aulia
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved