6 Fakta Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri di Wonogiri, Kronologi hingga Pelaku Dikenal Tak Neko-neko

Berikut ini 6 Fakta Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri di Wonogiri, Kronologi hingga Pelaku Dikenal Tak Neko-neko

6 Fakta Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri di Wonogiri, Kronologi hingga Pelaku Dikenal Tak Neko-neko
Kolase Tribun-Video.com
Ilustrasi- Berikut ini 6 Fakta Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri di Wonogiri, Kronologi hingga Pelaku Dikenal Tak Neko-neko 

Namun paska kejadian itu korban hanya tinggal bersama sang ibu di rumahnya.

Bahkan Supriyanto sendiri juga tidak dapat memastikan kapan kasus itu terjadi, dan siapa yang melapokan.

"Yang jelas masuk ke ranah hukumnya Senin 25 November 2019," aku Supriyanto.

4. SH Jadi Tersangka Satu-satunya

Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut.

"Keterlibatan saudara belum, kita masih melakukan pendalaman lagi," katanya saat ditemui di Mapolres Wonogiri, Rabu (11/12/2019).

Saat ini ayah tiri korban masih menjadi tersangka satu-satunya dalam kasus pemerkosaan terhadap anaknya itu.

"Sementara yang dipastikan baru ayah tiri ini," turunya.

"Kalau ada dan dapat bisa dipastikan ada pelaku lain, pasti kita tindak lanjuti orang," jelasnya.

Saat ini, dia mengatakan masih mendalami keterangan dari korban untuk mengungkap kasus ini.

Namun kondisi psikis korban yang belum stabil, membuat korban belum bisa menceritakan kronologi secara lengkap.

"Mengingat kondisi psikis korban yang belum stabil, kita tetzp tidak bisa gegabah dalam mengambil kesimpulan," terang Purbo dikutip dari TribunSolo.com.

Ilustrasi.
Ilustrasi pemerkosaan (newindianexpress)

5. NA Mengaku Diperkosa Dua Kali

Dikutip dari TribunSolo.com, kepada polisi korban mengatakan dirinya sudah disetubuhi pelaku sebanyak dua kali.

"Sementara ini sudah dua kali, tapi kita belum bisa memastikan, karena kondisi psikis korban masih terganggu," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksa korban untuk menceritakan kronologi langsung secara lengkap.

"Pola pendekatan terhadap korban berbeda dengan kasus yang lain, karena kasus asusila yang libatkan wanita di bawah umur."

"Jangan sampai kondisi korban tidak stabil membuat korban memberikan berubah-ubah, itu akan menyulitkan kami," terang Purbo.

6. SH Ancam Tinggalkan Ibu Korban

Ilustrasi. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)
Ilustrasi pemerkosaan  (Surya/Ahmad Zaimul Haq) 

Diduga SH sempat mengancam korban agar tidak melaporkan perbuatan bejatnya kepada siapapun.

Menanggapi hal itu, Purbo masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut.

"Kalau ancaman, korban pernah sekali ada ancaman,"

"Tapi kita masih dalami lagi, ancamannya seperti apa," ungkap Purbo saat ditemui diruangannya, Rabu (11/12/2019).

Pihaknya masih ingin menggali lebih dalam, bentuk dari ancaman yang dilakukan SH kepada korban dalam bentuk seperti apa.

Apakah masih berupa ancaman lisan, atau ancaman yang sudah mengarah ke tindakan fisik.

"Kalau sudah dalam bentuk tindakan nyata, ya tindak pidana lain akan kita kenakan kepada pelaku," jelas Purbo.

Dikabarkan SH mengancam akan meninggalkan ibu korban, jika korban tidak menuruti perkataannya.

Purbo mengatakan hingga kini masih mendalami keterangan dari korban untuk mengungkap kasus ini.

Namun kondisi psikis korban yang belum stabil, membuat korban belum bisa menceritakan kronologis secara lengkap.

"Mengingat kondisi psikis korban yang belum stabil, kita tetap tidak bisa gegabah dalam mengambil kesimpulan," jelas Purbo.

(Tribunnews.com/Bunga)(TribunSolo.com/Agil Tri)

Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved