Bikin Terlilit Utang, Mucikari Ini Bikin 3 ABG di Bintan Serahkan Kesucian Kepada Pria Hidung Belang

Hal itu diakui ketiga korban berinisial S (13), P (16), N (17) yang masih dibawah umur saat diperiksa penyidik PPA Satreskrim Polres Bintan.

Bikin Terlilit Utang, Mucikari Ini Bikin 3 ABG di Bintan Serahkan Kesucian Kepada Pria Hidung Belang
Alamudin Hamapu/Tribun Batam
Kakak beradik di Bintan yang menjadi pelaku perdagangan manusia dengan korban 4 wanita, 3 di antaranya anak di bawah umur nampak tidak menyesali perbuatannya 

TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Bermodus mencari pekerja toko, dua wanita kakak beradik ini ditangkap Polres Bintan atas sangkaan trafficking atau perdagangan orang.

Langkah polisi ini dilakukan setelah tiga orang anak baru gede (ABG) melaporkan telah dijadikan pekerja seks komersial oleh mereka.

Bahkan ketiganya terpaksa menyerahkan kesucian karena dijebak oleh utang yang melilit mereka.

Ketiga korban dalam kasus perdagangan anak di bawah umur ternyata menyerahkan kesuciannya kepada laki-laki hidung belang setelah bekerja di salah satu tempat karaoke esek-esek bukit senyum di Bintan.

Hal itu diakui ketiga korban berinisial S (13), P (16), N (17) yang masih dibawah umur saat diperiksa penyidik PPA Satreskrim Polres Bintan.

Ketiganya menjadi korban para lelaki hidung belang di Bar Dahlia eks lokalisasi Bukit Senyum, Tanjunguban, Bintan.

"Ketiganya mengaku kepada polisi kalau baru pertama kali melakukan hubungan badan setelah bekerja di sana," terang Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin, Senin (16/12/2019).

Pengakuan korban tersebut makin memperkuat hasil visum yang telah dilakukan.

Baca: Kisah Pedih 2 Gadis dari Bandung, ke Bangka Impikan Kerja di Restoran Malah Terjebak Prostitusi

Baca: Divonis Ringan, Seorang Mucikari di Medan Cium Tangan Hakim yang Mengadilinya

Baca: Baru Berusia 19 Orang Ini Sudah Jadi Mucikari, Ditangkap Bersama Siswi SMP dan SPG di Hotel

"Kalau untuk tarif ketiga korban, saat menyerahkan keperawanannya kepada lelaki hidung belang mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," terangnya.

Agus menceritakan, bisnis esek-esek yang dilakoni ZA (43) dan NA (35) memang belum genap sebulan.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved