Mahasiswi Dibunuh Pacar di Makassar: Terungkap Motif Pelaku hingga Beredar Curhatan Pilu Korban
Mahasiswi Dibunuh Pacar di Makassar: Terungkap Motif Pelaku hingga Beredar Curhatan Pilu Korban
Penulis:
Anugerah Tesa Aulia
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
Mahasiswi Dibunuh Pacar di Makassar: Terungkap Motif Pelaku hingga Beredar Curhatan Pilu Korban
TRIBUNNEWS.COM - Kisah menyedihkan mengenai kekasih yang dibunuh kembali terjadi.
Seorang mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna (21) ditemukan tewas.
Korban ditemukan olehnya sepupunya sudah dalam keadaan terlentang dan berlumuran darah pada pukul 12.00 WITA
Asmaul Husna ditemukan dalam keadaan menggenaskan di Perumahan Citra Elok, Jalan Tamangapa Raya 5, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (14/12/2019),
Saat ditemukan, wajah Asmaul Husna tertutup bantal bergambar Hello Kitty dan Winnie The Pooh.

Setelah melalui proses penyidikan, polisi menetapkan Ridhoyatul Khaer (21), sang kekasih sebagai tersangka pembunuhan.
Ridho sapaan pelaku merupakan mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah UIN Alauddin, Makassar.
Ia ditangkap saat berada di lokasi pemenuan mayat Asmaul Husna, Sabtu kemarin.
Dikutip dari Tribun Timur, menurut Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin menuturkan, Ridho dan Husna menjalin hubungan dekat sejak Maret 2019.
"Kalau pengakuan pelaku (Ridho) dia bilang mulai menjalin hubungan dekat bulang tiga tahun ini kalau tidak salah" Ujarnya, Minggu (15/12/2019).
"Dia (Ridho) tidak bilang pacaran, pengakuannya hubungan dekat," kata Syamsuddin.
Kemudian ia menceritakan kronologi Ridho mengakui perbuatannya tersebut.
"Jadi ceritanya itu kenapa dia (Ridho) hadir di TKP, karena ada keluarganya ini si korban (Asmaul Husna) menelpon ke dia (Ridho)," ujarnya.
"Bilang kesana saiko nak, lihati adekmu, ada penemuan mayat di Antang, jadi kesanami," ujar anggota polisi yang enggan disebut namanya itu.
Kemudian, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, memastikan, motif pembunuhan Husna oleh pacarnya lantaran persoalan janin yang dikandung
Ridho yang dimintai pertanggungjawaban atas kehamilah Husna, justru melakukan aksi sadisnya dengan membunuh Husna.
"Kasus pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin yaitu karena dia (Asmaul Husna) hamil empat bulan," kata Yudhiawan.
Asmaul Husna, lanjut Yudhiawan, meminta pacarnya Ridhoyatul Khaer untuk bertanggungjawab atas kehamilan yang dialami.
"Dia (Asmaul Husna) minta pertanggungjawaban pacarnya, namun karena pacarnya (Ridhoyatul Khaer) ketakutan dia langsung melakukan pembunuhan," ujarnya.
Kemudian seusai ditangkapnya Ridho sebagai pelaku pembunuhan, saat ini beredar curahatan pilu Husna sebelum ia dibunuh sang kekasih.
Curhatan Husna tersebut sempat diunggah oleh sahabat korban.

"Tawaku semakin lebar dengan luka menganga."
Pernakah kau ada di titik itu dimana lukamu harus kau balut sendiri sambil menggigit kain lusuh"
agar isakmu tak memecah di seluruh gendang telingah parah bedebah penggibah yang selalu siap menggerogoti daging dan meminum darahmu tanpa mengenal ampun."
Coretan di atas diduga adalah ungkapan hati yang ditulis tangan oleh almarhumah Asmaul Husna sebelum ditemukan tewas di kamar Sabtu (14/12/2109).
Seperti yang diketahui, Asmaul Husna ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya, Satriani yang tak lain juga teman sekamarnya.
Sehari sebelum ditemukan tewas, pada Jumat (13/12/2019), Asmaul Husna sempat pamit pergi kepada Miftahul Nur, sepupunya yang lain, untuk menginap di rumah temannya.
Namun, tak diketahui siapa teman yang dimaksud.
Keesokan harinya atau Sabtu siang, Asmaul Husna malah ditemukan tak bernyawa di dalam kamar yang behadapan dengan kamar Miftahul Nur.
Satriani menemukan Asmaul Husna dengan posisi terlentang dan wajahnya tertutup bantal, Sabtu (14/12/2019), pukul 12.30 WITA.
"Datang tadi siang, saya buka pintu kamarnya sudah begitu (telentang)," ujar Satriani yang dikutip dari Tribun Timur.
Satriani kemudian melaporkan kejadian ini kepada penghuni rumah lainnya dan tetangga.
Miftahul Nur mengatakan, di bagian belakang tubuh Asmaul Husna terdapat lumuran darah dari leher hingga punggung.
(Tribunnews.com/Anugerah Tesa/Tribun Timur/Muslimin Emba)