Harga Hanya Rp 1.000 per Kg, Petani Salak di Karangasem Bali Ramai-ramai Babat Pohon Salak

Tercatat sebanyak 26 hektare lahan pertanian salak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat beralih jadi lahan pertanian padi.

Harga Hanya Rp 1.000 per Kg, Petani Salak di Karangasem Bali Ramai-ramai Babat Pohon Salak
Tribunnews/Jeprima
ilustrasi 

Hanya saja peralihan dilakukan secara bertahap.

"30 persen lahan di Duda Timur awalnya sawah. Lahan yang beralih ke padi  belum sampai 30 persen,"jelas Pawana.

Warga yang tanam salak di Banjar Batugede, Juuk Legi, Putung, Pateh, Wates Kangin dan Wates Tengah.

Ketua Forum Perbekel se Bali ini mengaku, langkah ini dipilih petani lantaran tanaman padi lebih menjanjikn banding salak.

Selain itu karena lokasi lahan dekat dengan sumber air, sehingga petani pilih tanam padi.

Penghasilan dari tanam padi setiap tahun capai belasan juta.

Sedangkaan harga salak sering anjlok.

Ditambahkan, hampir sebagian petani salak mengaku merugi saat musim panen.

Gede Pawana berjanji akan memperbaiki beberapa saluran irigiasi untuk mengaliri beberapa lahan pertanian sawah. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Petani di Karangasem Ramai-ramai Babat Pohon Salak, Sekilo hanya Dihargai Rp 1.000, https://bali.tribunnews.com/2019/12/24/petani-di-karangasem-ramai-ramai-babat-pohon-salak-sekilo-hanya-dihargai-rp-1000?page=2.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved