Breaking News:

Sebelum Ditangkap Kasus Illegal Drilling, Bripda Eko Pernah Adang Polisi dan Bawa Kabur Tersangka

Sebelum ditangkap dalam kasus illegal drilling, Bripka Eko Sudarso membawa pergi tersangka dari tangan polisi.

Editor: Dewi Agustina
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Satgas Illegal Drilling potong pipa sumur-sumur minyak ilegal, di Bajubang, Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Terungkap adanya oknum polisi di Jambi yang diduga membekingi pengeboran minyak ilegal di Kabupaten Batanghari.

Nama Bripka Eko Sudarso dalam bisnis minyak ilegal ini sudah sering diungkap.

Sebelumnya, nama 'sang pelindung' bisnis ilegal ini diseret dalam kasus lepasnya tersangka illegal drilling pada 12 Desember 2019.

Pada saat itu, tiga orang tersangka diamankan polisi di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang.

Tiga orang itu adalah Martino Dwi Hendriko, Arwin Yaulanda dan seorang lagi yang pada akhirnya kabur dengan bantuan oknum polisi.

Aksi Bripka Eko Sudarso membawa pergi tersangka dari tangan polisi.

Peristiwa itu terjadi saat tim gabungan akan membawa truk bermuatan minyak ilegal ke Mapolsek Bajubang.

Tiba-tiba saja datang satu unit Mitsubishi Pajero mengadang petugas di jalan.

Oknum polisi Polres Batanghari berinisial ES atau ER yang membekingi aktivitas illegal drilling atau pengeboran sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, ditangkap Polda Jambi, Jumat (27/12/2019).
Oknum polisi Polres Batanghari berinisial ES atau ER yang membekingi aktivitas illegal drilling atau pengeboran sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, ditangkap Polda Jambi, Jumat (27/12/2019). (Tribun Jambi/M Ferry Fadly)

Mobil tersebut dilintangkan di depan mobil truk pengangkut minyak ilegal tersebut.

Setelah berhenti, Bripka Eko Sudarsono turun dari mobil Pajero tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved