Sugianto Coba Bunuh Diri di Malaysia Gara-gara Gajinya Tak Sesuai Janji, Kini Dia Dirawat di RS Erba

Sugianto nyaris melakukan aksi bunuh diri di salah satu jembatan layang di Kuala Lumpur setelah kabur dari perkebunan tempatnya bekerja.

Sugianto Coba Bunuh Diri di Malaysia Gara-gara Gajinya Tak Sesuai Janji, Kini Dia Dirawat di RS Erba
Sripoku/Rahmaliyah
Suyono, ayah Sugianto pekerja migran Indonesia saat dijumpai di RS Ernaldi Bahar menjemput sang anak, Selasa (31/12/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kasus perdagangan manusia kembali terjadi dan dialami oleh warga asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Sugianto bin Suyono diiming-imingi gaji besar jika mau bekerja di salah satu perusahaan perkebunan karet di Kelantan, Malaysia.

Ia pun masuk ke Negeri Jiran tersebut melalui Batam dan menjadi pekerja migran ilegal asal Indonesia.

Namun, seiring waktu iming gaji besar tak bisa dirasakan Sugianto, dirinya justru mendapatkan upah sekitar RM 400 atau Rp 1,2 juta yang jauh dari standar gaji pada umumnya.

Baca: Dendam Keponakan Jadi Korban Tabrak Lari, Pria Ini Terus Cari Driver Taksi Online hingga Membunuhnya

Baca: Cerita Wak Sulis Rapalkan Doa Ini Ketika Beradu Pandang dengan Harimau di Ladang Kopi

Hal inilah yang membuat pria berusia 29 tahun tersebut nyaris melakukan aksi bunuh diri di salah satu jembatan layang di Kuala Lumpur setelah kabur dari perkebunan tempatnya bekerja.

Tetapi, upayanya berhasil digagalkan warga setempat hingga akhirnya Sugianto dirawat di salah satu rumah sakit di kota tersebut dan berhasil dikembalikan ke Palembang, Selasa (31/12/2019) pagi.

Menurut Suyono, ayah dari Sugianto, anaknya memang pamit dari rumah untuk bekerja di Batam bersama temannya.

Suyono, ayah Sugianto pekerja migran Indonesia saat dijumpai di RS Ernaldi Bahar menjemput sang anak, Selasa (31/12/2019).
Suyono, ayah Sugianto pekerja migran Indonesia saat dijumpai di RS Ernaldi Bahar menjemput sang anak, Selasa (31/12/2019). (Sripoku/Rahmaliyah)

"Tapi saya tidak tahu kalau dia malah bekerja di Malaysia sebagai buruh penyadap karet. Saya baru dapat kabar anak di Malaysia dari petugas yang datang ke rumah. Tahunya dia kerja di Batam. Tidak tahu kalau sampai ke Malaysia. Kami sangat berterima kasih Pemprov Sumsel sudah membantu pemulangan anak kami," ujarnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel, Koimuddin menjelaskan, awal mula pihaknya mengetahui hal tersebut setelah melihat postingan dari media sosial Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca: Seorang Pria Di Palembang Tewas Dengan Luka Tembak, Diduga Korban Perampokan

Baca: Wanita Muara Enim Tewas Diterkam Harimau, Diduga Jasadnya Dibawa ke Atas Jurang Lalu Menggelinding

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved