Jadi Primadona, Natuna Simpan Kekayaan Alam yang Menggiurkan

Insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal coast guard ke Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) ke Natuna secara ilegal berbuntut panjang.

Jadi Primadona, Natuna Simpan Kekayaan Alam yang Menggiurkan
DOK TNI AL
ILUSTRASI Laut Natuna - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai memusnahkan 2 buah barang bukti berupa KIA Vietnam pelaku illegal fishing di Perairan Pulau Tiga Natuna, Kepulauan Riau dengan cara ditenggelamkan, Minggu (3/3/2019) sore.(DOK TNI AL) 

TRIBUNNEWS - Insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal coast guard ke Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) ke Natuna secara ilegal berbuntut panjang.

Akibat dari aksi tersebut, hubungan antara Indonesia dengan China menjadi panas dingin.

Melansir dari Kompas.com, coast guard negara tersebut bahkan terang-terangan masuk dan mengawal kapal-kapal nelayannya untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Parahnya China justru mengklaim tindakannya tersebut tidak melanggar kedaulatan Indonesia.

Hal tersebut didasarkan dari nine dash line atau garis putus-putus yang dibuat sepihak oleh China tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Sontak saja kejadian tersebut membuat kedua negara menjad bersitegang.

Bicara soal Natuna, rupanya mengusik berbagai hal yang membuat orang penasaran.

Usut punya usut, pencurian ikan di Natuna marak dilakukan kapal asing gara-gara potensi sumber daya ikan di Laut Natuna menggiurkan.

Halaman Selanjutnya

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved