Bencana Banjir

Kisah Iptu Dicky Gotong Korban Longsor di Bogor yang Kakinya Membusuk Sejauh 7 KM

TNI-Polri bersama warga melakukan evakuasi terhadap korban di lokasi banjir dan tanah longsor di Desa Kiara Pandak, Sukajaya

Kisah Iptu Dicky Gotong Korban Longsor di Bogor yang Kakinya Membusuk Sejauh 7 KM
Istimewa
TNI-Polri bersama warga melakukan evakuasi terhadap korban di lokasi banjir dan tanah longsor di Desa Kiara Pandak, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI-Polri bersama warga melakukan evakuasi terhadap korban di lokasi banjir dan tanah longsor di Desa Kiara Pandak, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/1/2020).

Iptu Dicky Anggi Pranata bercerita saat dirinya menyelamatkan seorang warga bernama Gopal (30). Gopal harus dievakuasi dengan cara digotong lantaran mengalami luka di kaki yang cukup parah.

"Saat kita temukan, kondisinya sudah lemah tak berdaya. Korban sudah sempat kejang. Ada luka infeksi di kaki yang sudah menghitam dan membiru, serta mulai membusuk," ujar Iptu Dicky, saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2020).

Dicky mengatakan Gopal terluka saat berusaha menghindari material yang terbawa longsor akibat bencana banjir.

Baca: Jokowi Kirim 6 Ribu Paket Sembako Untuk Warga yang Terdampak Banjir dan Longsor di Sukajaya Bogor

Baca: 2 Orang Tewas Saat Banjir dan Longsor di Kepulauan Sangihe

Baca: Bantuan Pemerintah Dikerahkan ke Lokasi Bencana

Baca: Peduli Banjir, BRI Beri Pengobatan Gratis kepada 500 Kepala Keluarga di Tambun-Bekasi

Korban, kata dia, sempat menahan sakit tanpa pengobatan cukup lama lantaran letak Desa Kiara Pandak yang merupakan daerah terisolir karena bencana.

Proses evakuasi tak berjalan mudah. Medan yang terjal dan tak bisa dilalui kendaraan bermotor menjadi penghambat. Oleh karenanya, Dicky mengatakan korban harus digotong.

Korban digotong menggunakan kain sarung yang dikaitkan ke bambu oleh Dicky, warga dan anggota TNI.

"Kita bawa ke posko dengan menggotong menggunakan bambu, menuju tempat pengobatan yang berjarak 7 kilometer," kata Dicky.

Sempat ditangani dokter di posko Desa Harkat Jaya, akhirnya korban dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk mendapat penanganan medis karena luka yang cukup serius.

"Sudah dirujuk ke rumah sakit. Semoga korban kembali sehat," tandas Kanit Regident Satlantas Polres Kabupaten Bogor ini.

Diketahui, musibah tersebut membuat 255 rumah di Desa Kiara Pandak, Sukajaya, Kabupaten Bogor, rusak berat dan 600 warga mengungsi ke kantor desa, SD, SMA dan pondok pesantren setempat.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved