Fatur Siswa SMK Korban Kejahatan Jalanan di Yogya Meninggal Setelah Dirawat 27 Hari

Fatur Nizar Rakadio, korban dugaan kejahatan jalanan atau klitih yang terjadi di Bantul, pada pertengahan Desember 2019 lalu akhirnya meninggal dunia.

Fatur Siswa SMK Korban Kejahatan Jalanan di Yogya Meninggal Setelah Dirawat 27 Hari
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Foto almarhum Fatur Nizar Rakadio 

Setelah 27 hari menjalani perawatan medis, Dio akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Pemilik nama lengkap Fatur Nizar Rakadio itu meninggal dunia, pada Kamis, 9 Januari 2020 pukul 22.30 WIB.

"Padahal sebelumnya sempat membaik. Semangatnya sempat pulih pada 29 Desember. Saya waktu itu sudah senang sekali, karena dia sudah mau makan," kenang Deddy.

Deddy dan keluarganya, termasuk sang ibunda, Bidi Astuti begitu sangat terpukul, kehilangan sosok anak yang dikenal supel dan pandai bergaul itu.

Meskipun telah berusaha tegar, nyatanya mereka tak kuasa menahan gemuruh di dadanya.

Bidi bahkan tak kuasa untuk membendung air yang terus menganak di pelupuk matanya. Ia menangis.

Kepada Tribunjogja.com, ibunda Dio itu mengaku teringat dengan sosok almarhum yang semasa hidupnya baik.

Menurut dia, anaknya itu jarang sekali ke luar rumah nongkrong bersama teman-temannya. Kecuali ketika memang ada kegiatan sekolah.

Ketika hari libur pun Dio lebih suka bermain di rumah bersama adiknya, Mareno yang saat ini masih berusia 9 tahun.

Baca: Lemas Lihat Tagihan Rumah Sakit Capai 37Juta, Peserta BPJS Bersyukur Tak Harus Bayar Sepeserpun

Baca: Jokowi Bagikan Kaus Hitam Jelang Pergantian Tahun 2019 di Malioboro

Bahkan, saat Dio sedang dirawat dirumah sakit, Mareno tak pernah absen menjenguk.

Satu ketika Mareno bahkan datang ke rumah sakit membawa raket dan shuttlecock.

"Kakak cepet sembuh. Ayok main raket lagi sama Mareno," ucap Bidi, menirukan perkataan anak bungsunya itu.

Kepergian Dio itu membawa luka mendalam bagi keluarga dan para sahabatnya.

Mereka berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal.

Meskipun, kata Deddy, tidak ada hukuman setimpal untuk membalas kepergian anaknya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat dan telah mengamankan pelaku utama, beserta rombongannya dalam kasus tersebut.

Saat ini menurut dia para pelaku sudah ada di Mapolres Bantul untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita masih akan dalami terkait perannya masing-masing. Rencana, dalam waktu dekat ini, kita akan rilis (para pelakunya)," ujar AKP Riko.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Akhir Cerita Siswa SMKN Asal Bantul Ditendang Komplotan Pemotor Hingga Patah Tulang Leher

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved