Kata Pengamat Soal Kasus Tagih Utang Rp 70 Juta Lewat Instagram yang Berujung di Persidangan

Cerita tragis dari penagih hutang yang disidang karena menyebar informasi hutang di sosial media Instagram. Ahli hukum bisnis ikut menanggapinya.

Kata Pengamat Soal Kasus Tagih Utang Rp 70 Juta Lewat Instagram yang Berujung di Persidangan
Tribun Medan/Alif Al Qadri Harahap
Febri Nur Amelia saat duduk di kursi dakwaan ruang Cakra 5, Selasa (7/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Sungguh ironis nasib seseorang perempuan bernama Febi Nur Amelia (29).

Warga kompleks Menteng Indah, Medan, Sumatera Utara itu harus duduk di kursi pesakitan karena menagih hutang.

Febi didakwa melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik saat menagih utang.

Dakwaan ini bermula saat Febi menagih utang sebesar Rp 70 juta pada sosok yang dipanggilnya 'Ibu Kombes' lewat fitur Instagram Stories-nya.

Pemilik akun @feby2502 akhirnya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/1/2020) lalu.

Lantas, bagaimana etika menagih utang yang benar agar tak bernasib seperti Febi?

Menurut Ahli Hukum Bisnis, Muhammad Rustamaji, ada mekanisme sendiri dalam penagihan hutang sesuai hukum perdata.

"Mekanisme penagihan utang sesuai dengan hukum perdata, mekanismenya harus private," ujar pria yang karib disapa Aji kepada Tribunnews.com, Minggu (12/1/2020).

Aji mengatakan, cara dan jalur penagihan bisa dilakukan secara baik-baik, misalnya dengan menyurati atau menghubungi langsung secara pribadi.

Aji yang juga menjadi Kepala Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNS menyebut kesalahan yang dilakukan Febi.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved