Dua Anak PNS Ini Pilih Profesi Jadi begal Karena 'Tuntutan Kekasih'

Bahkan, Irsal memiliki kekasih di salah satu diskotik wilayah Surabaya Selatan yang membuatnya gelap mata hingga nekat menjadi begal.

Dua Anak PNS Ini Pilih Profesi Jadi begal Karena 'Tuntutan Kekasih'
Firman Rachmanuddin/Surya
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto (paling kiri), saat menginterogasi kedua tersangka. Para tersangka itu merupakan anak PNS yang jadi begal motor di Surabaya. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sungguh ironis, dua orang pemuda memilih menjadi tukang begal karena gaya hidup.

Karena kebiasaan hidup hura-hura keluar masuk tempat hiburan mereka menjadi perampok jalanan.

Dua lelaki yang juga sebenarnya tidak kekurangan ekonomi karena orang tua mereka adalah PNS.

Sory Maulana (21) dan Irsal Haryono (24) mengaku jika uang hasil begal motor di Surabaya digunakan untuk berfoya-foya.

Bahkan, Irsal memiliki kekasih di salah satu diskotik wilayah Surabaya Selatan yang membuatnya gelap mata hingga nekat menjadi begal.

Baca: Pedagang Ayam Potong di Pulogadung jadi Korban Begal

Baca: Dari Janjikan Orang Jadi PNS, Oknum Guru di Bojonegoro Ini Raup Uang Haram Rp 2,4 M

Baca: Fakta-Fakta Modus Penipuan Perumahan Syariah di Sidoarjo Senilai Rp 1 Triliun

"Saya suka minum-minum sama bagi-bagi uang dengan cewek di tempat hiburan. Ya uang hasil jualan (barang kejahatan) buat itu," aku Irsal.

Mula-mula, Irsal diajak oleh adiknya sendiri, Sony Maulana, untuk beraksi begal motor di beberapa wilayah Surabaya.

Tercatat, sudah ada tiga tempat kejadian yang disasar oleh tersangka di Surabaya.

"Ya di Manyar, Warugunung dan Sukolilo," tambah tersangka.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto, menyebut masih ada satu orang lagi yang termasuk dalam komplotan ini yang masih dalam kejaran petugas.

"Dua tersangka ini eksekutor. Masih ada satu lagi yang bagian menjual barang hasil kejahatan yang dalam pengejaran kami," kata Iwan, Senin (13/1/2020).

Iwan juga memastikan jika para tersangka ini membawa senjata tajam saat beraksi hanya digunakan untuk menakut-nakuti korbannya.

"Sementara ini belum ada laporan korban luka akibat aksi pelaku. Kami kroscek dengan keterangan pelaku memang membawa sajam dan hanya untuk menakuti-nakuti korbannya," tandas Iwan. (Firman Rachmanudin)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan 2 Anak PNS Jadi Begal Motor di Surabaya, 'Uangnya Buat Kekasih',

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved