Korupsi Dana Desa Rp 300 Juta, Kades di Ciamis Diminta Mengembalikan Dananya Lalu Dihukum Penjara

Sah (5), Kepala Desa Bantardawa Kecamatan Purwodadi Ciamis terpaksa mendekam di ruang tahanan Polres Ciamis.

Korupsi Dana Desa Rp 300 Juta, Kades di Ciamis Diminta Mengembalikan Dananya Lalu Dihukum Penjara
Tribun Jabar/Andri M Dani
Sah (50), Kades Bantardawa Purwodadi Ciamis diduga telah menyalahgunakan dana desa, bantuan keuangan dari Pemkab Ciamis dan Pembrov Jabar tahun anggaran (TA) 2017 untuk pembangunan infrastruktur jalan yang menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 165.114.097. Kasus Sah segera dilimpahkan ke Kejari Ciamis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sah (5), Kepala Desa Bantardawa Kecamatan Purwodadi Ciamis terpaksa mendekam di ruang tahanan Polres Ciamis.

Ia diduga telah menyalahgunakan dana pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari Dana Desa, Bantuan Keuangan Kabupaten Ciamis dan Banprov Jabar Tahun Anggaran (TA) 2017, yang menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 165.114.097.

Pada tahun anggaran 2017, kata AKBP Bismo Teguh Prakoso, ada pembangunan infrastruktur jalan dengan sumber anggaran dari dana desa.

Tetapi dalam pelaksanaannya, diduga dana disalahgunakan.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, kemudian jajaran Unit Tipikor Polres Ciamis melakukan penyelidikan.

“Modus yang dilakukan, tersangka menyuruh PPK mengurangi bestek, mengurangi kualitas pekerjaan, dan tidak menyetorkan pajak,” jelasnya.

Dari audit Inspektorat Ciamis, akibat perbuatan tersangka tersebut telah menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 300 juta.

Pihak Inspektorat Ciamis memberi waktu sembilan bulan bagi tersangka untuk ganti rugi.

Namun jumlah pengembaliannya tidak sampai tuntas. Total kerugian Negara akhirnya mencapai Rp 165.114.097.

“Uang tersebut digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi dan untuk THR,” ujar  AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved