Siswa SMK di Surabaya Nekat Bunuh Diri, Sempat Tulis Surat Wasiat, Psikolog Beri Tanggapan

Seorang pelajar SMK di Surabaya nekat bunuh diri. Seorang psikolog menyampaikan tanggapan dan sarannya agar kejadian tidak terulang.

Siswa SMK di Surabaya Nekat Bunuh Diri, Sempat Tulis Surat Wasiat, Psikolog Beri Tanggapan
Pixabay
ILUSTRASI - Seorang pelajar SMK di Surabaya nekat bunuh diri. Seorang psikolog menyampaikan tanggapan dan sarannya agar kejadian tidak terulang. 

Menurut Maya, RH mengalami kesulitan dalam menyampaikan masalah yang dimilikinya pada keluarga.

Maya pun menilai RH merupakan sosok pendiam.

"Kalau dilihat, dia mempunyai persoalan yang tidak bisa tersampaikan ke orang lain, dalam hal ini keluarga, dan dia pendiam," tutur Maya saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/1/2020).

"Hal ini yang membuat kondisi psikisnya menjadi labil," sambungnya.

Lebih lanjut, pendiri Lembaga Psikologi Anava Solo itu menyampaikan keluarga memiliki pera penting untuk mencegah kejadian ini terulang.

Maya menyampaikan, kasus yang menimpa RH ini dapat dihindari dengan membangun hubungan yang lebih dekat antara orangtua dengan anak.

"Orangtua harus merangkul anak-anaknya dan peka terhadap kebutuhan anak-anak," terang Maya.

Pasalnya, Maya menegaskan, kebutuhan anak-anak tidak sebatas materi saja.

"Karena kebutuhan anak-anak tidak hanya materi tapi juga kedekatan hati dengan orang tua," kata Maya.

Maya menekankan, orangtua juga harus dapat menjadi tempat bercerita bagi anak-anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved