Siswa SMK di Surabaya Nekat Bunuh Diri, Sempat Tulis Surat Wasiat, Psikolog Beri Tanggapan

Seorang pelajar SMK di Surabaya nekat bunuh diri. Seorang psikolog menyampaikan tanggapan dan sarannya agar kejadian tidak terulang.

Siswa SMK di Surabaya Nekat Bunuh Diri, Sempat Tulis Surat Wasiat, Psikolog Beri Tanggapan
Pixabay
ILUSTRASI - Seorang pelajar SMK di Surabaya nekat bunuh diri. Seorang psikolog menyampaikan tanggapan dan sarannya agar kejadian tidak terulang. 

Terutama, bagi orangtua yang memiliki anak berusia remaja.

"Orangtua perlu mendengarkan apa yang dirasakan dan dipikirkan anak-anak remaja," tutur Maya.

Maya menilai, kasus RH ini kemungkinan dipicu oleh komunikasi yang kurang baik antara RH dengan keluarganya.

"Bisa jadi (karena kurangnya komunikasi)," kata Maya.

Pasalnya, Maya menjelaskan, kuat atau lemahnya karakter seseorang terbentuk dari keluarga.

"Karena keluarga adalah inti dari tumbuh kembangnya seorang anak dan pembentukan awal kuat atau lemahnya karakter seseorang," terangnya.

"Selain itu, faktor lingkungan pertemanan juga menjadi faktor pendukung dari hal tersebut (kasus bunuh diri) terjadi," sambung Maya.

Maya pun memberikan saran bagi orang-orang yang menyadari temannya memiliki tekanan atau bahkan pernah menyampaikan keinginan untuk bunuh diri.

"Sebaiknya, sebagai teman, kita mengajak ngobrol dari hati ke hati," tutur Maya.

"Karena dengan curhat, ada perasaan yang lebih plong," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved