7 Fakta Menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Raja Totok Santoso Tak Punya Genetis Raja

Berdirinya kerajaan baru ini mengklaim terjadi setelah 500 tahun berakhirnya kerajaan Majapahit.

7 Fakta Menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Raja Totok Santoso Tak Punya Genetis Raja
IST/Facebook via Tribun Jogja
Heboh Keraton Agung Sejagat yang Punya Ratusan Pengikut, Klaim Punya Kekuasaan Dunia 

TRIBUNNEWS.COM - Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah sempat menghebohkan publik.

Berdirinya kerajaan baru ini mengklaim terjadi setelah 500 tahun berakhirnya kerajaan Majapahit.

Mengutip dari Kompas.com, Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara ( MAKN), KPH Eddy Wirabhumi menyatakan kerajaan tersebut hanyalah mengada-ngada.

"Tidak usah terlalu diperbincangkan. Karena nanti malah membuang energi. Apalagi yang disampaikan berbau hal-hal yang mistis dan tidak masuk akal itu abaikan saja," kata Eddy.

Kemunculan kerajaan baru ini sempat menghebohkan, namun ternyata Totok Santosa melakukan penipuan pada beberapa pihak.

Berikut fakta-fakta menarik tentang Keraton Agung Sejagat di Purworejo, dirangkum dari Kompas.com :

1. Raja Keraton Sejagat mewajibkan pengikutnya membayar iuran hingga puluhan juta.

Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja Keraton Sejagat ternyata mewajibkan pengikutnya untuk membayar iuran. Toto dan istrinya Fanni Aminadia yang memiliki gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja dikenakan pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946.

Pasal tersebut menjerat pelaku yang menyiarkan berita bohong dan sengaja menerbitkan keonaran. Hukum yang menjerat mereka maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Toto meyakinkan pengikutnya dengan paham kerajaan yang terbebas dari malapetakan dan perubahan nasib ke arah yang lebih baik.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved