Keraton Agung Sejagat

Selain Kebodohan, Ini Faktor-faktor Penyebab Keraton Agung Sejagat Sukses Pikat Ratusan Pengikut

Selain Kebodohan, Ini Faktor-faktor Penyebab Keraton Agung Sejagat Sukses Pikat Ratusan Pengikut

Selain Kebodohan, Ini Faktor-faktor Penyebab Keraton Agung Sejagat Sukses Pikat Ratusan Pengikut
TRIBUN JATENG/PERMANA PUTERA SEJATI
Aparat Kepolisian mengamankan tempat Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020). Pimpinan kelompok tersebut Totok Santosa Hadingrat bersama istrinya telah diamankan aparta dari sore harinya karena dianggap meresahkan masyarakat. TRIBUN JATENG/PERMANA PUTERA SEJATI 

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO  -  Dinilai membuat keresahan sebagian masyarakat sekitar, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo dimintai dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangannya, Selasa 14 Januari 2020.

Keraton menghebohkan yang mengklaim punya 400-an pengikut ini memang sedang ramai dibahas di media sosial dan jadi pemberitaan nasional.

Mengapa ada saja orang yang mau direkrut jadi pengikut atau rakyat, punggawa dan prajurit Keraton Agung Sejagat yang legalitas eksistensinya dipertanyakan itu? 

Pengamat budaya Bani Sudardi mengungkapkan alasan orang-orang rela menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat.

Ada tiga hal yang disebut Bani mengenai alasan itu.

Menurutnya hal itu menyangkut soal kebodohan tidak memiliki wawasan, ingin mencari sensasi dan adanya kepentingan.

Viral berdirinya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah
Viral berdirinya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah (Instagram @gaekoindonesia dan Twitter @aritsantoso)

 BREAKING NEWS VIDEO Suasana Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditangkap Polisi, Dijerat Pasal Ini

 FOTO-FOTO Terbaru Pelantikan Raja & Ratu Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Kami Bukan Aliran Sesat

"Yang pertama karena kebodohan, orang-orang yang menerima menjadi bagian kerajaan mungkin tidak memiliki wawasan."

"Wawasan tersebut antara lain wawasan agama, wawasan politik dan juga kewarganegaraan," tutur Bani kepada Tribunnews.com, Selasa (14/1/2020).

Hal kedua yang disebut Bani adalah orang-orang yang ikut dengannya bisa jadi ingin membuat sensasi.

"Memang orang-orang itu ingin menciptakan sensasi supaya diperhatikan," ujar Bani melalui sambungan telepon.

HALAMAN 2 =======>

Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved