Dituding Ada Udang di Balik Batu dari Wacana Provinsi Solo Raya, Ini Bantahan Bupati Karanganyar

Ada Udang di Balik Batu di Wacana Provinsi Solo Raya, Ini Tanggapan Bupati Karanganyar

Dituding Ada Udang di Balik Batu dari Wacana Provinsi Solo Raya, Ini Bantahan Bupati Karanganyar
TRIBUN-VIDEO.COM/RADIFAN SETIAWAN
Bupati Juliyatmono saat Dikusi Kamisan Mewah di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar kepada TribunSolo.com, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Gembar-gembor terkait pembetukan Provinsi Solo Raya kembali mencuat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan.

Seorang yang ikut melontarkan wacana tersebut adalah Bupati Karanganyar, Juliyatmono di beberapa bulan terakhir di tahun 2019 lalu.

Selain menumbuhkan pro dan kontra terkait wacana tersebut, Juliyatmono juga sempat dituding memiliki maksud tersembunyi dalam gagasan Provinsi Solo Raya ini.

Salah satunya yang santer terdengar adalah dikabarkannya Juliyatmono ingin menduduki jabatan gubernur.

Namun isu tersebut dibantah langsung oleh dirinya saat menjadi pemateri di acara Obrolan Mepet Sawah di Kantor Tribunnews, Kamis (16/1/2020).

Juliyatmono menegaskan dorongan untuk mendirikan Provinsi Solo Raya untuk memberikan sejahtera dan kemajuan, terutama yang berada di wilayah Subosukawonosraten.

Subosukawonosraten sendiri merupakan singkatan dari gabungan nama daerah, yakni Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Baca: Putra Paku Buwono XII Sebut Keraton Agung Sejagat sebagai Kerajaan Mimpi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (Dok. TribunSolo.com)

"Tidak pernah sedikit pun, saya berambisi jadi gubernur," tegas Juliyatmono.

Menurut Juliyatmono, gagasan untuk membetuk Provinsi Solo Raya sudah ia munculkan sejak lama, bahkan sebelum menduduki kursi jabatan Bupati Karanganyar.

Halaman
123
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved