Breaking News:

Gerakan 'Batam Baru' Mayoritas Diisi Anak Muda

Relawan 'Batam Baru' sudah mengumpulkan 14.822 dukungan dan KTP dari masyarakat.

Wartakota/Adhy Kelana
Anggota DPRD DKI Jakarta Ketua fraksi PSI Idris Ahmad (kanan) bersama Jubir DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest memberikan keterangan kepada wartawan tetang sikap PSI yang mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan yang menyalahkan dan menghukum Aparatur Sipil Negara yang mengangarkan pengadaan lem Aibon sebesar Rp 82,8 Milyar dan mudurnya dua pejabat eselon II pasaca ramainya usulan usulan angaran fantastis yang viral dibicarakan publik. (Warta Kota/Adhy Kelana) 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Gerakan 'Batam Baru' yang dibentuk oleh Rian Ernest dalam misinya maju sebagai calon independen di Pemilihan Wali Kota Batam 2020, mayoritas diisi oleh anak-anak muda asli Batam yang usianya berkisar 20 hingga awal 30 tahun.

"Ini merupakan representasi gerakan Batam Baru yang memang membawa semangat muda dan baru untuk Kota Batam. Tim utama Batam Baru memang usianya di bawah 30 tahun semua, " kata Jonathan Sihaloho (25), salah satu Koordinator 'Batam Baru' kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

Jonathan mengemukakan ia tertarik bergabung menggalang dukungan karena melihat harapan baru untuk proses politik di Batam.

Baca: KPU Diminta Jaga Pilkada 2020, Jangan Sampai Publik Antipati

Menurutnya, pencalonan Rian Ernest dari jalur independen yang dilakukan secara serius bisa jadi pembelajaran politik yang bagus untuk anak muda Batam.

"Selama ini mindset anak muda Batam soal politik itu sudah negatif. Tapi, bersama Rian kita coba bangun proses politik yang bersih dan langsung bersinggungan dengan konstituen. Ini proses yang harus didukung," kata Jonathan yang merupakan seorang enterpreneur.

Ia juga merasa keterlibatan anak muda dalam proses politik di Batam, sudah seharusnya mulai dibangun.

Apalagi, kondisi perekonomian di kota yang harusnya jadi pusat industri ini sedang mengalami tren yang menurun.

"Proses politik ini kan berkaitan juga dengan regulasi yang akan mendorong tingkat investasi. Kita anak muda yang dalam usia produktif, punya kepentingan di sana dan harus jadi pendorong utama untuk kemajuan kota ini," kata Jonathan.

Hal senada juga diamini oleh Fransiskus Xaverius (25) yang juga tergabung sebagai koordinator pusat Batam Baru.

Menurutnya, sudah terlalu lama Batam bergerak lambat tanpa ada perubahan yang berarti.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved