Jateng Juara Penurunan Kemiskinan, Pakar: Buah Pembangunan Inklusif Ganjar

Medio Maret-September 2019, penurunan kemiskinan di Jateng mencapai 63 ribu jiwa dan menjadi yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Keberh

Jateng Juara Penurunan Kemiskinan, Pakar: Buah Pembangunan Inklusif Ganjar
Ist
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Medio Maret-September 2019, penurunan kemiskinan di Jateng mencapai 63 ribu jiwa dan menjadi yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Keberhasilan ini menurut para pakar adalah berkat pembangunan inklusif.

Pengamat ekonomi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Andreas Lako mengatakan, pembangunan inkklusif adalah pembangunan yang terarah dan menyeluruh serta memperhatikan efek domino di masyarakat.

“Kebijakan dan arah pembangunan yang inklusif ini, melihat semua aspek secara terintregasi. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diambil juga sangat pro rakyat dan menyentuh hingga level masyarakat kecil di daerah, sehingga dampaknya sangat terasa,” kata Andreas, Kamis (16/1).

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FIB) Unika Soegijapranata ini, tren positif penurunan angka kemiskinan Jateng sudah terlihat sejak 2016 lalu. Setiap tahun, penurunan angka kemiskinan selalu tinggi dan beberapa kali menjadi yang tertinggi secara nasional.

“Setiap 2016 sampai sekarang angkanya turun sangat besar. Tidak hanya menurunkan jumlah orang miskin saja juga penurunan kesenjangan sosial, ekonomi dan ketimpangan wilayah di Jateng begitu terasa,” tambahnya.

Contoh pembangunan yang bersifat inklusif itu lanjut Andreas dilakukan Ganjar sejak awal memimpin Jateng 2013 lalu. Pembangunan infrastruktur yang digenjot sampai ke pelosok desa, kini menuai hasil yang memuaskan. Dengan akses infrastruktur yang baik sampai ke pelosok desa, maka perpindahan barang dan jasa menjadi lebih cepat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat.

“Ini yang saya katakan dampak dari pembangunan inklusif itu, tidak hanya membuat jalan mulus, namun membuat aktivitas ekonomi bergeliat,” paparnya.

Selain pembangunan infrastruktur, upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi juga terus digenjot di Jateng. Bahkan targetnya, pertumbuhan ekonomi di Jateng akan menjadi tujuh persen. Untuk merealisasikan itu, kebijakan pro investasi dibuat. Upaya menciptakan kondisi sosial, politik dan keamanan yang kondusif juga dilakukan. Hal ini yang menyebabkan para investor saat ini berbondong-bondong melakukan invasi ke Jateng.

“Dengan begitu, serapan tenaga kerja terjadi, pengangguran berkurang dan pastinya angka kemiskinan akan ikut tereduksi,” ucapnya.

Belum lagi lanjut dia, program-program bantuan sosial kepada masyarakat, pemberian pendampingan, modal usaha, peningkatan UMKM dan lain yang terus dikebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pendapatan perkapita. Tak hanya mengandalkan APBD, Pemprov Jateng selalu mengoptimalkan pihak lain seperti Baznas, CSR, Filantropi dan lainnya dalam upaya pengurangan angka kemiskinan.

“Arah, kebijakan, strategi dan tindakan yang dilakukan pak Ganjar sudah sangat tepat dan hasilnya sekarang sudah sangat bagus. Namun jangan berpuas diri dahulu, harus terus digenjot agar penurunan angka kemiskinan di Jateng semakin besar tiap tahunnya,” pungkasnya. (dda)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved