BKSDA Batam Belum Temukan Buaya yang Disebut Warga Sempat Muncul di Sekitar Pelabuhan Kabil

BKSDA belum menemukan lokasi persis dari buaya yang kemunculannya diketahui direkam oleh seorang karyawan yang bekerja di sekitar area tersebut.

BKSDA Batam Belum Temukan Buaya yang Disebut Warga Sempat Muncul di Sekitar Pelabuhan Kabil
Istimewa
Kemunculan buaya di sekitar kawasan pelabuhan di Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam sempat membuat heboh karyawan, Kamis (16/1/2020). 

Sejumlah warga yang biasa datang ke pantai untuk berekreasi ikut khawatir dengan kemunculan buaya yang viral di lina masa itu.

Baca: 4 Restoran Seafood Terbaik di Batam, Wajib Dicicipi saat Tahun Baru Imlek 2020

Baca: Buaya Sepanjang 2 Meter tersangkut di Jaring Nelayan Sungai Besitang

Seorang warga Batu Besar, Nongsa Aulia (35) mengaku cemas. Ini karena ia bersama keluarga biasa memanfaatkan waktu libur dengan berkunjung ke pantai di Nongsa, Batam.

"Pasti takut. Saya sering bawa istri dan anak ke pantai sekitar sana. Pastinya harus waspada akibat viralnya video itu," katanya Minggu (19/1/2020) kepada TribunBatam.id.

Tidak menutup kemungkinan jika buaya tersebut masih berkeliaran di sekitar garis pantai tak jauh dari lokasi ditemukan pertama kali.

Persiapan penguburan buaya jumbo di halaman Kantor Alobi Air Jengkang, Sabtu (4/1/2020).
Persiapan penguburan buaya jumbo di halaman Kantor Alobi Air Jengkang, Sabtu (4/1/2020). (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Ia pun memilih untuk berhati-hati saat ke pantai sejak kemuculan buaya dalam video tersebut.

"Hewan buas kalau posisinya terancam akan berbahaya bagi manusia. Sekarang masih hati-hati dulu ke pantai sampai ada kepastian," sambungnya.

Warga lainnya, Dedi juga mengaku khawatir jika buaya belum juga ditemukan.

Bukan tanpa sebab. Pria 34 tahun ini termasuk warga paling sering beraktivitas di sekitar laut Nongsa Batam.

Baca: Bocah 9 Tahun Diterkam Buaya, Kakak dan Teman-temannya Ramai-ramai Menolong

Baca: Satwa Dilindungi Macan Tutul Ditemukan Tewas di Kebun Warga, BKSDA: Kondisi Anus Berdarah

"Kebetulan saya hobi mancing. Kalau malam-malam itu pasti mengerikan juga karena buaya itu malam aktif dan sering muncul ke permukaan air kepalanya itu," tambahnya.

Dia pun berharap hal ini dapat segera disikapi oleh pemerintah. Apalagi, saat ini Batam sedang gencar-gencarnya menggaungkan pariwisata sebagai ikon bagi para pengunjung.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved