Belum Ada Tanda-tanda Pembangunan Vila, Perkumpulan Siok Cinta Damai Minta Uangnya DIkembalikan

Para buyer (pembeli unit vila) berharap uang yang telah dibayarkannya dapat kembali utuh atau 100 persen.

Belum Ada Tanda-tanda Pembangunan Vila, Perkumpulan Siok Cinta Damai Minta Uangnya DIkembalikan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kuasa hukum Siok Cinta Damai bersama Tjandrawati dan Hengky saat memberikan konferensi pers di salah satu hotel di Kuta. 

TRIBUNNEWS..COM, MANGUPURA - Hingga kini belum ada tanda-tanda proses pembangunan vila di lahan seluas 6.200 meter persegi daerah Pecatu Kuta Selatan Badung, Bali.

Para buyer (pembeli unit vila) berharap uang yang telah dibayarkannya dapat kembali utuh atau 100 persen.

Pengembalian uang tersebut telah tertulis di Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tiap buyer kepada pihak kedua yakni pemilik tanah jika pemilik tanah dapat memenuhi target pembangunan The Anaya Village Pecatu.

Sebanyak 44 buyer dari 109 total buyer The Anaya Village sepakat membuat Paguyuban untuk menempuh jalur hukum agar uang yang telah diinvestasikannya kembali.

Paguyuban tersebut diberi nama Siok Cinta Damai yang diketuai oleh Tjandarawati Prajitno dimana ia juga seorang buyer.

"Pada intinya para buyer (pembeli tanah) itu berharap kepada pemilik tanah dalam hal ini adalah I Ketut Oka Paramartha bisa menepati janjinya. Yaitu apabila hingga akhir tahun 2019 belum bisa terbangun (vila nya) unit The Anaya Village harus mengembalikan uang buyer 100 persen. Tapi nampaknya sampai hari ini belum ada realisasi yang diterima buyer," ungkap Kuasa Hukum Paguyuban Siok Cinta Damai, Rahmat Ramadhan Machfoed, Minggu (19/1/2020).

Baca: Teror Pamer Kelamin Resahkan Siswi SMA di Denpasar, Pelakunya Lebih dari Seorang

Baca: Diduga Ada Masalah Rumah Tangga, Dokter Cantik Tewas Gantung Diri di Kamar Hotel Bali

Menindaklanjuti itu Rahmat mengadukan pemilik lahan tersebut ke Polda Bali dengan dugaan tindak pidana penipuan yakni Pasal 378 KUHP dan tindak pidana penggelapan Pasal 372 KUHP.

Dari 44 buyer yang tergabung pada Paguyuban Siok Cinta Damai jumlah kerugian yang dialami mereka total Rp 14 miliar lebih.

"Sudah kami laporkan beliau (pemilik lahan) ke Polda Bali pada bulan Desember 2019 kemarin. Kami berharap dengan laporan ini beliau bisa merespon untuk melakukan upaya penyelesaian yang baik dengan para buyer sekaligus korban dugaan penipuan dan penggelapan," ungkap Rahmat.

Ia menambahkan setelah melakukan pengaduan masyarakat (melapor ke Polda) kurang lebih dua minggu setelah itu pihaknya menerima SP2HP.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved