Guru Remaja Pembunuh Begal di Malang Jadi Saksi, Ditanya Soal Pisau yang Dipakai untuk Tikam Begal

Pengadilan Negeri Kepanjen menghadirkan guru prakarya ZA (17), terdakwa kasus pembunuhan begal.

Guru Remaja Pembunuh Begal di Malang Jadi Saksi, Ditanya Soal Pisau yang Dipakai untuk Tikam Begal
Kolase Tribun Bogor/Tribunnews.com/Kompas TV/Tiawan
ILUSTRASI tewas (kiri), Sidang Kasus ZA di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang (kanan) 

TRIBUNNEWS - Pengadilan Negeri Kepanjen menghadirkan guru prakarya ZA (17), terdakwa kasus pembunuhan begal, di Malang, Jawa Timur.

Pada sidang yang digelar Senin (20/01/2020), guru prakarya tersebut dihadirkan sebagai saksi.

Ini terkait dengan pisau yang digunakan terdakwa untuk menikam begal.

Diketahui pisau tersebut sebelumnya digunakan untuk keperluan prakarya di sekolahnya.

Saksi ini diminta keterangannya guna meringankan hukuman terdakwa ZA.

Siswa SMA Bunuh Begal
Siswa SMA Bunuh Begal (Surya Malang)

Ahli hukum juga didatangkan untuk menjelaskan pasal yang didakwakan pada ZA yang masih dibawah umur.

Kuasa hukum ZA, Bhakti Reza Hidayat menilai, pasal yang dikenakan pada kliennya tidak masuk akal.

"Kita ingin mem-breakdown terkait dengan penerapan pasal yang diberikan oleh jaksa penuntut umum," ujarnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas Update (20/1/2020)

"Misalnya penerapan pasal 340 KUHP, 340 ini kan penerapan Pasal Pembunuhan Berencana, dari rekonstruksi sampai BAP ini, bagi kami sudah diluar nalar keadlilan kita," terangnya.

"Itulah yang kemudian kami berusaha maksimal untuk mem-breakdown 340 nya ini."

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved