Bela Pacar dari Aksi Begal

Pandangan Pengamat Hukum Soal Pelajar SMA Bunuh Begal Demi Lindungi Pacar yang Hendak Diperkosa

pandangan pengamat hukum soal pelajar yang bunuh begal demi lindungi pacar yang hendak diperkosa oleh sang begal.

Pandangan Pengamat Hukum Soal Pelajar SMA Bunuh Begal Demi Lindungi Pacar yang Hendak Diperkosa
SURYAMALANG.com / KUKUH KURNIAWAN
ZA, pelajar yang terancam penjara seumur hidup karena membunuh begal saat bela pacar, didakwa empat pasal berlapis. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Riwanto memberikan tanggapan soal kasus ZA.

ZA (17) adalah seorang pelajar SMA yang membunuh begal demi melindungi pacar yang hendak diperkosa.

Menurut Agus, siapapun yang melakukan tindak pidana meski masih dibawah umur atau sudah dewasa bisa dikenakan hukuman.

Hukuman itu sesuai dengan ketentuan pasal Pasal 1 ayat (1) KUHP.

"Suatu perbuatan yang melanggar UU maka dilakukan proses pidana, sepanjang memenuhi dua alat bukti," ujar Agus Riwanto kepada Tribunnews.com, Selasa (21/1/2020).

Pengamat Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto.
Pengamat Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto. (Tribunnews.com/Istimewa/Agus Riwanto)

Untuk kasus yang menimpa ZA, Agus menuturkan masih ada proses lanjutannya.

Pasalnya, kasus ZA baru memasuki proses penyidikan dan dakwaan.

Setelahnya ZA akan menghadapi mekanisme pembuktian dalam peradilan pidana anak.

"Sesuai ketentuan UU No 11 tahun 2012 tentang peradilan pidana anak, ZA tidak langsung ditahan," ujarnya melalui sambungan telepon.

Nantinya ZA masih menghadapi proses pengadilan, lalu akan dibuktikan apakah benar ZA membunuh sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved