Hadir di Diskusi Soal Hoax, Gibran Ajak Pemuda Solo Produktif Jualan di Media Sosial  

Hadir sebagai narasumber Gibran mengatakan, baik media maupun masyarakat harus bisa saling bergotong royong dalam mendukung pembangunan nasional

Hadir di Diskusi Soal Hoax, Gibran Ajak Pemuda Solo Produktif Jualan di Media Sosial   
Tribunnews.com
Gibran Rakabuming Raka di acara diskusi tentang Hoax di Solo. 

TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Putra Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, hadir dalam sebuah acara diskusi bertajuk “Peran Media Mengawal Kebijakan Pemerintah Tanpa Hoax: Upaya Mensukseskan Pembangunan Nasional 5 Tahun Kedepan” yang berlangsung di Resto Ndalem Limasan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020).

Hadir sebagai narasumber Gibran mengatakan, baik media maupun masyarakat harus bisa saling bergotong royong dalam mendukung dan mensukseskan pembangunan nasional, harus melek media namun juga harus dapat menyaring informasi dengan cerdas.

“Masyarakat khususnya warganet dan insan media bisa ada saling kesepahaman dalam berpartisipasi melawan hoax serta ikut dalam menyebarkan konten positif di lini publik guna menjadi garda terdepan dalam mengawal dan mensukseskan kepentingan nasional,” kata Gibran.

Gibran yang dikabarkan akan maju di Pemilihan Walikota Solo tersebut mengajak anak-anak muda Solo selalu produktif dengan melakukan aktivitas positif terutama di Media Sosial.

“Saya sering bikin seminar tenten sosial media di kampus-kampus Solo ini. Saya ajak para pemuda memakai media sosial untuk jualan, anak muda harus selalu produktif dan melakukan hal-hal yang positif,” katanya.
Gibran juga bercerita tentang dampak negatif dari hoax, sebagai keluarga Presiden, Gibran mengakui berkali-kali sering jadi korban berita hoax.

“Sering juga ya kena hoax, terus mau gimana kalau kena hoax, mau menangis atau mengadu kayak anak kecil gitu? Yang penting kita jangan ikut-ikutan nyebarin hoax, saring dulu sebelum sebarkan sesuatu,” katanya.      

Senada dengan Gibran, Anggota DPRD Kota Solo Antonius Yogo Prabowo berujar di tahun 2020, Insan media dan pemerintah harus lebih bersinergi dalam membangun bangsa, seperti contohnya memerangi hoax di ruang media publik.

“Jangan ikut menyebarkan hoax, jangan hanya melihat kekurangan pemerintah. Semua perlu dikritisi, namun gunakanlah data yang pasti, dan media juga harus menumbuhkan optimisme agar masyarakat memiliki semangat dalam ikut berkontribusi membangun bangsa menuju Indonesia Maju. ” katanya.

Legislator DPRD Kota Solo dari PSI ini memberikan banyak contoh bagaimana ini berusaha melakukan transparansi publik dalam setiap kegiatannya, salah satu contohnya melakukan live streaming saat rapat-rapat angota DPRD.

“Termasuk juga kita aktif memakai media sosial untuk mencari tau masalah apa yang sedang terjadi di masyarakat. Ini cutup efektif karena warga sekarang ini sudah sangat melek media sosial,” katana.

Halaman
12
Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved