Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Makanan Olahan Daging Kelelawar Tetap Digemari Warga di Manado

Warga di Manado, Sulawesi Utara, tetap minat makan olahan daging kelelawar, meski sudah mendengar kabar virus corona

Editor: Hendra Gunawan
Kompas.com
Warga saat membeli daging kelelawar di Pasar Pisangkulan Karombasan, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Warga di Manado, Sulawesi Utara, tetap minat makan olahan daging kelelawar, meski sudah mendengar kabar virus corona yang diduga berasal dari mamalia terbang itu.

Feibe Tampanguma, warga Karombasan mengatakan, ia dan keluarganya memang suka makan kelelawar.

"Tapi, tidak rutin. Dalam sebulan itu hanya satu atau dua kali saya buatkan masakan daging kelelawar buat keluarga," kata Feibe saat diwawancarai sementara membeli daging kelelawar di Pasar Pinasungkulan Manado, Selasa (28/1/2020).

Adanya kabar virus corona yang diduga salah satunya berasal dari kelelawar, Feiby mengaku, ia tidak kuatir.

Baca: Terima Bantuan, 28 Mahasiswa Indonesia di Central China Normal University dalam Kondisi Baik

Baca: Kisah Mahasiswi Boyolali Terjebak di Sichuan China, Stok Makanan Menipis, Begini Cerita Keluarga

Baca: Warga Israel Ramai-ramai Batal ke China, Sektor Bisnis Tour and Travel Terpukul

"Kalau sudah dibersihkan dan dimasak dengan benar, sudah tidak masalah," ujar Feibe.

Menurut dia, masakan daging kelelawar bisa dibuat bervariasi. "Kalu saya paling banyak dibuat santan kering," kata Feibe yang juga suka makan olahan tikus hutan dan ular.

Lingkan Gunde, warga Mapanget mengatakan, dirinya sangat suka makan daging kelelawar.

Agar bisa mendapatkan rasa yang ia sukai, daging kelelawar dimasaknya sendiri.

Teknik masaknya bertahap, lebih dulu daging kelelawar direbus. Kemudian, ia menyiapkan bumbu-bumbu untuk digunakan seperti santan, cabai, bawang merah, bawang putih, daung kemangi, batang serai, jahe, dan kunyit.

"Setelah itu diolah. Lebih dulu ditumis bumbunya, kemudian dimasukkan danging kelelawar. Lalu, santan ditaruh. Proses masaknya cukup lama, sekitar dua jam sampai santan kering. Yang paling saya suka, sayapnya," kata Lingkan. (Skivo Marcelino Mandey)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan