Breaking News:

Ternyata Masih Ada Suku di Pedalaman Papua yang Makan Otak Manusia Sebagai Makanannya

Meski dunia semakin modern dengan segala kecanggihan tehnologi, namun masih saja ditemukan etnis yang memakan otak manusia.

Editor: Sugiyarto
(gaiadergi.com)
Kisah seorang anggota Kopassus yang nekat ke sarang suku kanibal di Papua, ketakutan karena hampir dimana, akhirnya malah begini. 

"Suku Korowai hidup di jantung hutan hujan Papua, mereka belum terekspos kepada media, sehingga tradisi berumur ribuan tahun mereka masih terjaga."

Chiodini kemudian mendokumentasikan foto-foto suku Korowai saat dia berkunjung di sana.

Foto tersebut menunjukkan warga suku Korowai berpesta memakan serangga hidup; memperbaiki rumah mereka dengan tangkai-tangkai panjang; dan pemanah yang berburu untuk makan malam seluruh suku.

Karena masih terisolasi, suku Korowai tidak memiliki akses kepada pengobatan modern dan menyembuhkan diri dengan tanaman-tanaman dan ilmu sihir.

Umumnya, harapan hidup anggota suku adalah di bawah umur 50 tahun.

Karena keterbatasan ilmu, suku Korowai percaya kematian berhubungan dengan setan 'Khakhua' yang mengambil nyawa manusia.

'Khakhua' menurut kepercayaan mereka, menyamarkan diri sebagai teman atau anggota keluarga untuk mendapat kepercayaan dari suku Korowai.

Setelah mereka lengah, 'Khakhua' dapat membunuh mereka.

Dari kepercayaan tersebut, mereka merasa perlu melindungi anggota suku dari siapapun yang mereka anggap sebagai 'Khakhua'.

Untuk melindunginya, mereka melakukan ritual kanibalisme kepada siapapun yang mereka anggap 'Khakhua'.

Setelah menangkap setan tersebut, suku Korowai akan membunuh korban 'Khakhua' dan memakan dagingnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Salah Satu Etnis Papua Konsumsi Otak Manusia Sebagai Makanannya, https://palembang.tribunnews.com/2020/01/30/salah-satu-etnis-papua-konsumsi-otak-manusia-sebagai-makanannya?page=all.


Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved