Bakso Tikus Tak Terbukti, Pengunggah Video Minta Maaf, Ini Curhat Sedih Pedagang Nyaris Bangkrut
Bakso Tikus Tak Terbukti, Pengunggah Video Minta Maaf, Ini Curhat Sedih Pedagang Nyaris Bangkrut
TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Video 'bakso tikus' yang diunggah konsumennya ternyata tak terbukti setelah diuji secara klinis, namun sang pedagang bakso, Sugeng Riadi, kini menderita kerugian karena dijauhi pembeli. Omzet semula Rp 2 juta sehari drop tinggal Rp 50 ribu karena sepi pembeli.
Tidak terbukti kandungan daging tikus itu didasarkan pada hasil uji sampel di laboratorium yang dilakukan polisi.
Meski tidak terbukti, namun ia mengaku rugi setelah video yang diunggah perempuan berinisial ADR (20), pada Sabtu (25/1/2020) malam tersebut viral.
Pasalnya, dalam unggahan video itu menyebut bakso yang dijual Sugeng menggunakan daging tikus.
Akibatnya, masyarakat menjadi resah dan dan pelanggannya enggan untuk membeli bakso dagangannya.
Dikatakannya, sebelum kasus video itu viral di sosial media, sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.
Namun, pendapatannya sekarang jauh dari itu.
"Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000-Rp 70.000. Saya berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga.
Saya maafkan semua kejadian itu, lain waktu agar berhati-hati membuat status di media sosial,” ujar Sugeng.
Meski demikian, Sugeng mengaku berterimakasih kepada polisi yang berhasil membuktikan ketidakbenaran tudingan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/viral-bakso-tikus-madiun.jpg)