Virus Corona

Sudah 5 Negara Asia Terkena Dampak Virus Corona, Mengapa Indonesia Tidak? Ternyata Ini Penyebabnya

Wabah virus corona sudah mulai menyebar ke beberapa bagian negara di Asia. Terkuak penyebab mengapa Indonesia tidak terpapar.

Wartakota/Nur Ichsan
Calon penumpang pesawat di Terminal 1, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, menggunakan masker kesehatan untuk melindungi pernapasannya, Sabtu (1/2/2020). Merebaknya kasus virus Corona, menimbulkan ketakutan di masyarakat, menggunakan masker seperti ini menjadi pilihan warga masyarakat untuk terhindar dari serangan virus Corona maupun lainnya. (Wartakota/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah virus corona sudah mulai menyebar ke beberapa bagian negara di Asia. Terkuak penyebab mengapa Indonesia tidak terpapar.

Kemunculan virus corona nampaknya telah berhasil melumpuhkan Kota Wuhan di China.

Ratusan penduduk pun dikabarkan tewas setelah terinfeksi virus corona.

Tak hanya China, beberapa negara di Asia sudah mulai melaporkan adanya virus corona di negaranya.

 Deteksi Virus Corona 10 Hari Sebelum Mewabah, Dokter Ini Dulu Dicibir Kini Disebut Pahlawan

 Daftar Maskapai Dunia yang Menangguhkan Penerbangan ke China Gara-gara Virus Corona, Indonesia Ada 5

Sedikitnya sudah ada lima negara di Asia seperti, Thiland, Singapura, malaysia, Kamboja, dan Filipina kecuali Indonesia.

Ya, negara Indonesia menjadi salah satu negara yang belum melaporkan adanya wabah virus corona pada warga negaranya.

Padahal Negara Indonesia sendiri termasuk dalam bagian negara Asia yang dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Kendati demikian, Indonesia masih memastikan bahwa tidak ada satu penduduknya di kawasan Tanah Air yang terinfeksi virus corona.

VIDEO Warga China Berjatuhan Duduga Gegara Virus Corona
VIDEO Warga China Berjatuhan Duduga Gegara Virus Corona (Twitter @arsian_hidayat)

Rupanya dugaan bahwa Indonesia aman dari virus corona belum sepenuhnya benar.

Menurut The Sydney Morning Herald dan The Age pada Jumat (31/1/2020) menyebutkan bahwa saat ini Indonesia ternyata tidak memiliki kemampuan mendeteksi virus corona.

Laboratorium medis Indonesia tidak memiliki kit pengujian yang diperlukan dengan cepat untuk mendeteksi virus corona, klaim salah satu ahli biologi Indonesia.

Bahan kimia yang digunakan dalam pengujian untuk membantu menganalisi dan mengidentifikasi belum tersedia di Indonesia.

 Tak Pernah ke China, Terungkap Kronologi dan Penyebab WNI di Singapura ini Ketularan Virus Corona

 VIDEO Detik-detik Wanita Terkena Virus Corona Melahirkan, Dokter Buru-buru Pisahkan Si Bayi dari Ibu

Reagen yang diperlukan ini baru tersedia dalam beberapa hari ke depan.

Sementara laboratorium negara hanya mampu mendeteksi keberadaan keluarga virus corona yang berpotensi terinfeksi.

Kelompok virus ini termasuk flu biasa, MERS serta virus semacam SARS yang sekarang sudah punah.

Indonesia belum secara positif mengonfirmasi kasus virus corona.

Ilustrasi, seorang perawat melayani pasien terinfeksi virus corona
Ilustrasi, seorang perawat melayani pasien terinfeksi virus corona (Mirror.co.id)

Untuk mengidentifikasi infeksi virus corona baru dari China, yang juga dikenal sebagai 2019-nCov, otoritas medis di Indonesia harus mendeteksi keluarga virus corona pada seseorang.

Kemudian secara genetis mengurutkan hasilnya, suatu proses yang dapat memakan waktu lima atau enam hari.

"Kami sedang dalam proses mendapatkan kit deteksi khusus untuk coronavirus novel 2019. Kami berharap bahwa dalam beberapa hari mendatang kami akan menerima kit spesifik sehingga kami tidak perlu melakukan pengurutan gen," katanya.

 Jumlah Pasien Sembuh Virus Corona Capai 664 Orang, Ini Proses Penyebaran Antar Manusia Paling Umum

Profesor Amin menjelaskan kemungkinan virus corona sudah muncul di Indonesia namun belum terdeteksi, dan mencatat bahwa semua negara yang dekat dengan Indonesia telah melaporkannya.

"Jika Anda bertanya apakah itu mungkin, tentu saja ada kemungkinan tetapi kami belum memiliki bukti. Saat ini, kami tidak tahu apakah virus telah masuk ke Indonesia atau tidak," katanya.

HALAMAN SELANJUTNYA ====================>

Editor: Octavia Monalisa
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved