BPIP dan Alkhairaat Sepakat Desa Pancasila Bisa Kembalikan Identitas Bangsa

Romo Benny Susetyo mengatakan ‎adanya desa Pancasila bisa mengembalikan kebudayaan dan kemandirian masyarakat

BPIP dan Alkhairaat Sepakat Desa Pancasila Bisa Kembalikan Identitas Bangsa
Istimewa
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Pengurus Besar Akhairaat melakukan diskusi di Kantor Pusat Alkhairaat, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/2/2020) membahas gerakan desa Pancasila yang bertujuan untuk membumikan kembali Pancasila di masyarakat 


Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, PALU - ‎Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Pengurus Besar Akhairaat melakukan diskusi membahas gerakan desa Pancasila yang bertujuan untuk membumikan kembali Pancasila di masyarakat.

Diskusi ini digelar di Kantor Pusat Alkhairaat, Senin (10/2/2020) di Palu, Sulawesi Tengah yang dihadiri pula oleh M Ridha Saleh dari Ruang Mediasi Indonesia dan Speaker serta Dedi Mahardi penulis sekaligus motivator.

Baca: Romo Benny Sambut Baik Niat Kemenag Gelar Lelang Jabatan Untuk Posisi Dirjen Bimas Katolik



Dalam diskusi, Staf Khusus BPIP Romo Benny Susetyo mengatakan ‎adanya desa Pancasila bisa mengembalikan kebudayaan dan kemandirian masyarakat.

"Termasuk bisa juga mengambalikan prinsip gotong royong, kemandirian masyarakat, saling mengasihi satu sama lain‎," ucapnya dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.

Romo Benny menegaskan harus ada campur tangan pemerintah dalam hal ini BUMN dalam menangani desa Pancasila agar lebih tertata dan terorganisir dengan baik.

Nantinya BUMN diharapkan membina keterampilan masyarakat dengan layak dan hasilnya bisa dirasakan secara nasional ‎bahkan go internasional.

Senada dengan Romo Benny, Sekjen Pengurus Besar Alhairaat Ridwan Yalidjama‎ sependapat kementerian dan lembaga harus turun tangan dalam gerakan Desa Pancasila dimana Alkairaat menjadi pioner di dalamnya.

Terlebih total siswa di Alkairaat ‎mencapai lebih dari 120 ribu siswa dengan tenaga pengajar sekitar 9000 didominasi guru honorer.

Ridwan juga menjamin Alhairaat tidak akan ‎terjerumus pada hal-hal berbau intoleransi dan radikal karena tidak sesuai dengan paham dan ajarannya.

‘’Alkhairaat tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif, intoleransi, dan radikal. Karena toleransi dan kesatuan bangsa adalah hal utama. Toleransi itu sudah terjadi bahkan sebelum indonesia ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ridha Saleh menilai adanya Desa Pancasila seharusnya bisa mengembalikan identitas bangsa.
Apalagi, desa yang menjaga kearifan lokal dan toleransi dengan sesama adalah ciri dari nilai-nilai Pancasila yang terimplementasikan.

‘’Membumikan Pancasila sama dengan mengembalikan identitas bangsa. Dengan cara membumikan Pancasila langsung kepada masyarakat ini akan memperkuat kearifan lokal, keadilan, dan budaya. Semua ini bisa didorong dengan gerakan masyarakat Pancasila,” ujar Ridha.

Baca: Di Hadapan Kader PMKRI, Hasto Ulas Setiap Sila di Pancasila



Terakhir ‎penulis sekaligus motivator Dedi Mahardi juga menjelaskan perlunya gerakan Desa Pancasila karena saat ini budaya dan agama seakan tergadaikan.

"Kepatuhan terhadap hukum dan kerukunan sudah memudar dan terjadi penyimpangan dimana-mana. Kondisi bangsa ini sekarang seakan budaya dan agama tergadai. Padahal budaya itu berada di atas adab dan etika," tutur Dedi.
 
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved