Atasi Pengangguran, Mulyadi Programkan Padat Karya untuk Sumbar

Mulyadi optimis dapat menggalakkan program pembangunan di Ranah Minang agar investasi padat karya terwujud.

Atasi Pengangguran, Mulyadi Programkan Padat Karya untuk Sumbar
Ist for tribunnews.com
Anggota DPR RI, Mulyadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI, Mulyadi berkomitmen mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) bila diberikan amanah untuk menjadi gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) September 2020 mendatang.

Ia mengatakan pengangguran dapat dikurangi melalui investasi padat karya.

"Komitmen saya jika diberikan amanah menjadi gubernur adalah berjuang untuk mengurangi pengangguran di tengah-tengah masyarakat Sumbar," ungkap Mulyadi, Jumat (14/2/2020).

"Pengangguran ini, Insya Allah dapat kita kurangi dengan menarik investasi pembangunan padat karya," sambungnya.

Dijelaskannya, investasi pembangunan padat karya merupakan kegiatan pembangunan proyek dengan menggunakan tenaga manusia dibandingkan tenaga mesin.

Baca: Pemprov Kalsel Tingkatkan SDM Pengelola Barang Daerah

Atau dengan kata lain, menggunanakan tenaga manusia dalam jumlah besar.

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

"Dengan pembangunan infrastruktur padat karya, Insya Allah banyak tenaga kerja kita yang akan terserap," kata Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi.

Tak hanya itu, Mulyadi juga optimis dapat menggalakkan program pembangunan di Ranah Minang agar investasi padat karya terwujud.

Menurutnya, investasi tersebut tak harus besar namun harus bisa menyerap banyak tenaga kerja.

"Yang terpenting adalah kita harus berjuang agar masyarakat di Sumbar ini memiliki pekerjaan yang layak dan bisa menghidupi keluarganya," pungkasnya.

Masyarakat Sumbar mengakui bahwa Mulyadi yang akan bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar September mendatang ini memiliki program pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi solusi mengatasi pengangguran di Sumbar. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat merilis angka pengangguran di daerah itu kembali didominasi diploma, dengan jumlah 10,86 persen dari jumlah total 2,69 juta orang.

Dengan kondisi seperti disebutkan di atas, diharapkan program – program pemberdayaan masyarakat yang terangkum dalam Padat Karya yang Mulyadi lakukan, dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbar untuk menjadi maju dan berkembang.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved