Helikopter TNI Jatuh

Mayor (Anumerta) Bambang Saputra Pernah Curhat, Sebelum Ditugaskan ke Papua dan Gugur

Dalam prosesi penguburan, sejumlah Komandan dari berbagai satuan tampak hadir mengikuti upacara pemakaman.

Akhtur Gumilang/Tribun Jateng
Prosesi pemakaman prajurit Penerbad Semarang yang gugur di TMP Giri Tunggal Semarang, Selasa (18/2/2020). 

Meski demikian, dia memastikan, mereka (empat prajurit) gugur dalam bertugas saat menjalankan operasi sehingga salah satu haknya bisa dimakamkan di TMP.

"Karena gugur dalam bertugas, jenazah bisa dikuburkan di TMP."

"Itu salah satu haknya."

"Untuk kenaikan pangkat, mereka naik satu pangkat."

"Dari Kapten naik ke Mayor (2 orang)."

"Lalu dari Lettu, naik jadi Kapten (1)."

"Terakhir, Serka dinaikan menjadi Serma (1)," jelas Pangdam sembari mengusap mata.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan untuk santunan semuanya sudah diatur dan diterima dari Asabri.

Diakui Effendi, seluruh proses biaya perawatan jenazah dan hal-hal lainnya pun telah dikoordinasikan oleh Puspenerbad TNI AD.

"Semuanya sudah diatur."

"Santuan dan segala macamnya."

"Karena pasukan yang gugur ini di bawah Puspenerbad, sehingga mereka (Puspenerbad) semua yang ngatur," pungkasnya. (Akhtur Gumilang)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cerita Kakak Korban Heli Jatuh di Papua, Mayor CPN Anumerta Bambang Saputra Mengaku Takut

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved