Breaking News:

Tragedi Susur Sungai

Ratapan Ayah Korban Susur Sungai di Makam Anaknya: "Dik, Maafin Bapak Ya"

Setelah liang lahat tertutup tanah, Suraji memanjatkan doa, sambil mengusap-usap tanah. "Dik, maafin Bapak ya."

Irban Riyadi/Tribun Jogja
Suraji ayah Yasinta, salah satu korban tragedi susur sungai 

Sepatu bolong masih dipakai Yasinta.

"Sebelah sepatunya bolong bekas terbakar waktu kegiatan minggu lalunya, tapi masih dipakai dulu," kenangnya.

Suaranya mulai sedikit bergetar menceritakan gadis cilik bertahi lalat di pipi itu.

"Saya sudah tua, lama sekali baru punya anak. Keluarga bilang, Yasinta itu anak mahal," katanya lirih.

Yasinta dimakamkan pukul 14.00 WIB, Minggu, di tempat permakaman umum Dadapan Wetan, Sleman. Suraji berusaha tegar namun tak sanggup melihat peti jenazah diturunkan ke liang lahat.

Setelah liang lahat tertutup tanah, Suraji memanjatkan doa, sambil mengusap-usap tanah.

"Dik, maafin Bapak ya." (tribunjogja)

Cerita Pemancing Selamatkan Korban

Musibah Jumat (21/2/2020) sore di Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman merenggut nyawa 10 siswa SMPN 1 Turi.

Saat mereka tengah menyusuri sungai mendadak banjir datang.

Halaman
1234
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved