Sempat Ucap ''Kalau Mati di Tangan Tuhan,'' Si Pembina Baru Tiba saat Ratusan Siswa Hanyut Diterjang

Pembina pramuka ini mengucap enteng saat diingatkan warga. Setelah air dari hulu menerjang ratusan siswa susur sungai, si pembina baru datang.

Tribun Jogja/Santo Ari
Polda DIY menyerahkan jenazah korban susur sungai yang ditemukan Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, SLEMAN - Sebelum ratusan siswa SMPN 1 Turi susur sungai di Kali Sempor, Jumat (21/2/2020), IYA pembina pramuka sekaligus guru sudah diingatkan warga.

Ucapan enteng IYA diakui salah satu siswa korban selamat.

Peringatan warga tetap tak diindahkan IYA, malahan susur sungai di Kali Sempor tetap berlangsung.

Sampai pada akhirnya, dari hulu air datang menyapu ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman, saat sudah turun ke Kali Sempor untuk susur sungai.

Dari ratusan peserta, 10 di antaranya meninggal dunia.

Dalam kasus ini, Polda DIY telah menetapkan pembina IYA sebagai tersangka. Dialah inisiator susur sungai, namun saat kegiatan berlangsung justru meninggalkan lokasi.

"Satu pembina ada keperluan sehingga meninggalkan rombongan setelah mengantar siswa di lembah Sempor," demikian informasi yang dirilis Polda DIY melalui akun Twitternya.

"Dan yang meninggalkan peserta inilah statusnya dinaikkan menjadi tersangka," lanjut informasi tersebut.

Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Turi diliburkan sementara
Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Turi diliburkan sementara pada hari Sabtu (TRIBUNJOGJA.COM | Christi Mahatma Wardhani)

IYA dijerat pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Selain itu, IYA juga dijerat dengan pasal 360 KUHP mengenai Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Luka-luka. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Ucapan 'Enteng' Sang Pembina

Editor: Y Gustaman
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved