Tragedi Susur Sungai

Siswi SMPN Turi Tita Farza Dengar Peringatan Warga, Pembina Pramuka Bilang Mati Urusan Tuhan

siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita, para warga dikatakannya sudah memperingatkan agar tidak dilakukan kegiatan susur sungai.

Youtube KompasTV
SMPN 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita menceritakan detik-detik daat dirinya hanyut terseret arus Sungai Sempor (Tangkap Layar Youtube KompasTV). 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sebelum tragedi susur sungai SMP Negeri 1 Turi Sleman terjadi, warga sekitar sudah mengingatkan kepada peserta.

Kegiatan susur sungai itu ternyata sempat tak diijinkan oleh warga setempat.

Menurut penuturan salah satu korban yang juga siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita, para warga dikatakannya sudah memperingatkan agar tidak dilakukan kegiatan susur sungai.

Ketika itu, kata Tita, warga tersebut berbicara kepada kakak pembina Pramuka.

Yang mengejutkan, Pembina Pramuka itu malah menjawab kalau memang ada musibah yang merenggut nyawa, itu sudah urusan Tuhan.

"Katanya 'Ya nggak apa-apa, kalau mati juga di tangan Tuhan'," kata Tita.

Tragedi itu sendiri memakan 10 korban tewas, seluruhnya murid SMP Negeri 1 Turi Sleman.

Seluruh korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman telah ditemukan.

Dua korban terakhir atas nama Yasinta Bunga dan Zahra Imelda telah ditemukan pada Minggu (23/2/2020) pagi.

Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com menyebutkan, tim gabungan melakukan pencarian mulai pukul 05.00 WIB.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved