Breaking News:

Kisah Mbah Sudiro, Kakek 71 Tahun Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi, Ikut Terseret Arus

Mbah Sudiro sempat ikut terbawa arus saat selamatkan Siswa SMPN 1 Turi dalam tragedi susur Sungai Sempor

TRIBUN JOGJA/HO/PUSDALOPS BPBD DIY
Kondisi pascakejadian banjir bandang yang menelan korban peserta susur sungai Pramuka SMPN 1 Turi di Outbound Valley Sempor Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Jumat (21/2). Enam orang anggota pramuka SMPN 1 Turi dilaporkan hanyut terbawa arus aliran Sungai Sempor saat melakukan susur sungai dan hingga berita ini diturunkan petugas gabungan berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia. TRIBUN JOGJA/HO/PUSDALOPS BPBD DIY 

TRIBUNNEWS.COM - Meski usianya sudah tak bisa dibilang muda, Sudiro (71) terjun ke Sungai Sempor untuk menolong siswa SMPN 1 Turi yang terbawa arus saat kegiatan susur sungai, Jumat (22/2/2020).

Atas keberaniannya, Mbah Diro mendapat tali asih dari Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

"Mereka sudah mempertaruhnya nyawa untuk menyelamatkan anak-anak. Bahkan mereka juga bisa hanyut saat menyelamatkan, tetapi dengan berani mereka tetap membantu. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi ini tanda kasih dan ucapan terimakasih saya sebagai ibu anak-anak Sleman," kata Sri Muslimatun, dikutip TribunJogja.com.

Ketika kejadian, warga Dukuh, Donokerto, Turi, itu tengah membersihkan makam.

Letak makam kebetulan tak begitu jauh dari Sungai Sempor.

Sebenarnya, ia sudah mau memperingatkan siswa untuk naik saja karena cuaca yang sedang tidak mendukung.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved