Breaking News:

Berhubungan Badan di Hotel, Janda dan Berondongnya Dihukum Cambuk di Aceh Barat Daya

Kedua terdakwa kasus esek-esek itu, IA (35) dan IJS (28) harus menjalani eksekusi cambuk sebanyak 29 kali cambuk.

SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Algojo melakukan eksekusi cambuk terhadap terpidana mesum, Kamis (27/2/2020) sore di halaman Lembaga Permasyarakatan Kelas III Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmat Saputra 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH  - Dua terpidana kasus wik-wik (mesum) di salah satu kamar Hotel di kawasan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menjalani hukuman cambuk, Kamis (27/2/2020) sore di halaman Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie.

Kedua terdakwa kasus esek-esek itu, IA (35) dan IJS (28) harus menjalani eksekusi cambuk sebanyak 29 kali cambuk.

Hukuman cambuk itu, harus dijalani kedua terdakwa, setelah majelis hakim Mahkamah Syariyah Blangpidie, menyatakan pasangan non muhrim itu, terbukti melakukan jarimah ikhtilath (bermesra-mesraan).

Mahkamah Syariyah Blangpidie,menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak 30 kali dan dikurangi masa tahanan 1 bulan atau 1 kali cambuk.

Baca: Paul Munster Bekali Bhayangkara FC dengan Startegi Khusus Jelang Ladeni Persiraja Banda Aceh

Baca: Akui Berat Nikah dengan Lina Jubaedah, Teddy Merasa Tersudut dan Anggap sebagai Cambuk untuk Maju

Atas perbuatan itu, kedua pelaku dinyatakan terbukti melanggar Pasal 25 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Dengan hukuman 30 kali cambuk.

Kajari Abdya, Nilawati SH MH melalui Kasi Pidum Kejari Abdya, M Agung SH MH mengatakan, dua terpidana kasus jarimah ikhtilath di salah satu penginapan di kawasan Blangpidie pada akhir September 2019 lalu.

"Sebenarnya, mereka itu masing-masing harus menjalani hukuman cambuk sebanyak 30 kali. Namun, karena mereka menjalani penahanan selama sebulan, maka dikurangi satu kali cambuk," ujar Kasi Pidum Kejari Abdya, M Agung SH MH.

Menurut majelis hakim, kedua terpidana terbukti melanggar Pasal 25 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved