Breaking News:

Kapal Pengangkut 768 Karung Bawang Merah dari Thailand ke Aceh Diamankan

Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat ada kegiatan importasi bawang merah ilegal

Editor: Eko Sutriyanto
DOK BEA CUKAI
Petugas Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Bea Cukai Lhokseumawe dan TNI/Polisi mengamankan kapal motor serta tiga mobil yang menyelundupkan bawang merah dari Thailand. Foto direkam Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM,M LHOKSUKON – Kapal Motor (KM) Rena III yang mengangkut 768 karung bawang merah dari Thailand ke Aceh ditangkap petugas di kawasan Perairan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada Rabu (4/3/2020) siang setelah satu jam kabur.

Sebelumnya kapal menurunkan muatan bawang merah di kawasan Perairan Paya Bateung, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

Kapal ini ditangkap Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Bea Cukai Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Balai Karimun) bersinergi dengan Detasemen Polisi Militer Iskandar Muda (Denpom IM) I Lhokseumawe dalam operasi bersinar.

“Total sebanyak 18.432 kg yakni 768 karung. Di mana perkarungnya 24 kg bawang merah diamankan petugas gabungan,” ungkap Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro kepada Serambi, Kamis (5/3/2020).

Disebutkan, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat ada kegiatan importasi bawang merah ilegal. 

Menindaklanjuti informasi itu, tim Operasi Bersinar mendatangi lokasi.

Baca: 6 Bahan Alami untuk Redakan Radang Tenggorokan, dari Bawang Putih hingga Jeruk Nipis

Baca: 13 Mitos Virus Corona yang Menyebar Luas di Masyarakat, Konsumsi Bawang Putih Bisa Cegah Covid-19?

Baca: Kronologi Pembakaran Kantor Bupati Waropen, Massa Ngamuk Yermias Bisai Ditetapkan sebagai Tersangka

Saat petugas tiba di lokasi, ditemukan kegiatan pemuatan bawang merah ilegal dalam dua truk Colt Diesel dan mobil Pick up L-300.

“Tiga mobil itu sudah penuh dengan muatan bawang merah. Sedangkan sebagiannya belum termuat. Petugas mendapatinya dalam kondisi menumpuk di tanah seputaran lokasi,” ujar Isnu.  Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, bawang merah impor ini berasal dari Satun, Thailand yang diangkut dengan KM Rena III.

Atas informasi masyarakat, tim patroli darat Bea Cukai mengejar kapal motor itu, dan berhasil ditangkap setelah satu jam melakukan pengejaran.

“Tepat pukul 10.30 WIB, tim kapal patroli BC 20010 berhasil menangkap KM Rena II di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara. Di dalam kapal tersebut ternyata ditemukan empat karung bawang merah lagi bersama Anak Buah Kapal (ABK),” sebut Isnu.

Kemudian dua kernet dan tiga sopir dan bersama dua pemilik bawang itu sudah diamankan.

Sedangkan barang bukti 768 karung bawang merah, dua truk, satu mobil pick up, sudah diamankan ke Pelabuan Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dan ke Kantor Bea Cukai Lhokseumawe.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro menyebutkan, sanksi terhadap penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102  huruf (a) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling singkat satu tahun, dan pidana penjara 10 tahun serta denda Rp 50 juta.

“Dengan adanya sanksi hukum ini diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang. Perlindungan tersebut dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan dan produk turunannya,” katanya. (jaf)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ditangkap Setelah Satu Jam Kabur, Kapal Selundupkan Bawang dari Thailand

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved