Breaking News:

Virus Corona

Viral Driver Ojol Pakai Masker Anti-Nuklir untuk Keamanan dari Corona, Benarkah Bisa Tangkal Virus?

Benarkah masker anti nuklir yang dipakai oleh driver ojol yang viral bisa tangkal virus corona?

Instagram/@agung.hb
Cegah Virus Corona, Driver Ojol Ini Justru Pakai Masker Anti-Nuklir untuk Keamanan, Aksinya Viral 

"Emang pas banget mau ngantar saya saja pakainya, karena katanya pengap," ujar pria 25 tahun itu kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon.

Baca: Empat Orang Diduga Positif Corona, Kepastian Hasil Laboratorium Sore Ini

Baca: 1 WNI Kru Diamond Princes Diduga Positif Virus Corona, Diisolasi di RSUP Persahabatan

Menurut Agung, aksi yang dilakukan Opie terjadi pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Tepatnya di depan Kedai Kopi Kuno, di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

Meski hanya dipakai sebentar, Agung membenarkan jika masker anti-nuklir tersebut bisa menangkal virus corona.

"Kalau menurut saya, dibandingkan dengan zat nuklir atau radio aktif, mungkin lebih parah zat nuklir ya."

"Jadi menurut saya bisa banget untuk menangkal virus corona, masker N95 saja bisa untuk menangkal corona," ujarnya.

Dari penuturan Agung, masker yang dipakai oleh Opie adalah masker yang full face dan tak ada udara yang masuk kecuali dari filternya.

"Jadi masker ini benar-benar full face, bahannya elastis, sama sekali nggak ada udara masuk."

"Jadi benar-benar udaranya dari fiter dan masker itu bisa mengikuti bentuk wajah," imbuh Agung.

Warga membeli masker di salah satu toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020). Isu merebaknya wabah Corona di Indonesia menyebabkan penjualan masker di Pasar Pramuka meningkat tajam meski dalam sepekan harga melambung tinggi. Harga masker di pasar ini dibanderol Rp65.000-Rp1,5 juta per boks, naik tajam dari harga sebelum isu Corona menyebar, yakni Rp20.000 hingga Rp150 ribu per boks. Harga masker yang naik tajam adalah jenis N-95 karena kualitas bagus dan stok di pemasok semakin langka. Tribunnews/Jeprima
Warga membeli masker di salah satu toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020). Isu merebaknya wabah Corona di Indonesia menyebabkan penjualan masker di Pasar Pramuka meningkat tajam meski dalam sepekan harga melambung tinggi. Harga masker di pasar ini dibanderol Rp65.000-Rp1,5 juta per boks, naik tajam dari harga sebelum isu Corona menyebar, yakni Rp20.000 hingga Rp150 ribu per boks. Harga masker yang naik tajam adalah jenis N-95 karena kualitas bagus dan stok di pemasok semakin langka. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pemakaian masker anti-nuklir pun tidak bisa berlangsung lama karena biasanya dipakai hanya dalam keadaan yang mendesak saja..

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved