Fakta Balita di Bukittinggi Tewas Dianiaya Ayah & Ibu Tiri, Pendarahan karena Dipukul Pipa Paralon

Balita di Bukittinggi tewas dianiaya ayah, ibu tiri, dan tante tiri. Alami pendarahan di otak.

Fakta Balita di Bukittinggi Tewas Dianiaya Ayah & Ibu Tiri, Pendarahan karena Dipukul Pipa Paralon
Picture Alliance/ ZB
Ilustrasi kekerasan pada anak. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang balita berinisial AFH mengalami nasib miris hingga membuat nyawanya melayang.

AFH yang baru berusia 3,5 tahun ini meregang nyawa di tangan ayah kandung dan ibu tirinya.

Peristiwa tersebut terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat.

AFH tewas setelah dianiaya oleh ayah kandungnya H (27), ibu tiri RR (26), dan tante tirinya yang berinisial RY.

Penyebab AFH dianiaya pun sangat sepele.

Polisi menemukan sejumlah luka lebam di tubuh AFH.

 Kisah Nahas Siswi SMP di Kupang: Dijadikan Budak oleh Paman Sejak Usia 9 Tahun & Sering Dianiaya

 Satu Keluarga di Depok Dianiaya Orang Tak Dikenal saat Tidur hingga Luka Parah, Ini Kata Saksi Mata

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan. (Kompas.com/ERICSSEN)

Selain luka lebam, AFH juga mengalami pendarahan di otak.

Pendarahan diduga disebabkan oleh pukulan benda tumpul.

Ayah kandung, ibu tiri, dan tante tiri AFH kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Tersangka kini berada di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

HALAMAN SELANJUTNYA ======>

Editor: ninda iswara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved