Virus Corona

Potensi Penularannya Tinggi, MUI Sumut Haramkan Penderita Corona Keluyuran di Tempat Umum

Jamaah yang akan salat di masjid juga harus membawa sajadah masing-masing sebagai langkah pencegahan

Tribun Medan
Surat Edaran MUI Provinsi Sumut terkait penyelenggaraan ibadah dalam situasi siaga darurat Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Liska Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan tausiah atau imbauan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi siaga darurat virus Corona (Covid-19) di Sumut.

Dalam surat edaraan tersebut, berdasarkan pertimbangan fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020, usul dan pendapat gubernur Sumatera Utara, Dinas Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 dan status Sumut yang saat ini adalah Siaga Darurat Covid-19 tahun 2020, MUI Provinsi Sumut mengimbau agar masyarakat untuk memperbanyak ibadah di rumah.

“MUI Sumut mengimbau secara serius kepada seluruh umat, khususnya umat Islam untuk stay at home.

Tinggal di rumah dan memperbanyak ibadah dari rumah. Membaca Al-Quran, Qunut nazilah dan doa.

Inilah saatnya kita disuruh oleh Allah untuk bersama-sama keluarga,” ujar Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumut Ardiansyah, Kamis (26/3/2020).

Baca: Meski Muda Jangan Remehkan Corona, Gadis 21 Tahun Inggris Meninggal dan Tidak Punya Penyakit Bawaan

Baca: ICJR Nilai Tindakan Pemerintah Jerat Orang Nongkrong Dengan Pidana Berlebihan

Baca: Trader Aset Kripto Raih Untung di Tengah Pasar yang Bergejolak Dampak Covid-19

Baca: Bos Tokopedia Fokus Pasarkan Produk UMKM dengan Persaingan Harga Sehat

Dalam imbauan yang beredar, MUI juga meminta agar masyarakat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dan terpapar Covid-19 wajid isolasi dan diharamkan berada di tempat umum, termasuk masjid agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.

Masyarakat dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 diharuskan untuk melaksanakan ibadah di rumah sebagai bentuk upaya pencegahan (sadd az-zari’ah).

MUI juga menjelaskan, masyarakat yang berada di kawasan yang potensi penularannya  tinggi, maka dibolehkan untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan salat berjamaah di masjid.

“Jadi kita tetap besok menjalan ibadah Salat Jumat.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved