Breaking News:

Virus Corona dan Belum Naiknya Tarif Kapal Ferry Ganggu Kelangsungan Usaha Penyeberangan

Sebagian besar perusahaan penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk terancam berhenti beroperasi karena tidak mampu membayar gaji karyawan

Istimewa
Usaha penyeberangan kapal ferry terkena imbas virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usaha penyeberangan dan logistik terkena imbas wabah virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Kondisi diperparah tidak dinaikkannya tarif kapal ferry sehingga memberikan dampak bagi kelangsungan hidup perusahan.

Virus corona turut menambah beban dan sudah mulai terasa imbasnya bagi kelangsungan hidup karyawan.

Berdasarkan informasi Gapasdap, sebagian besar perusahaan penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk terancam berhenti beroperasi karena tidak mampu membayar gaji karyawan.

"Kementerian Perhubungan dan Kemenko Maritim dan Investasi harus kompak untuk bisa membantu kami," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono  dalam keterangannya, Jumat (3/4/2020).

Baca: Perempuan Jawa Timur Dilarang Bermalam di Pulau Karang Jamuang, Ini Alasannya

Baca: Viral Curhatan Suami Soal Istri Tak Turuti Semua Permintaan Mertua, Ini Kata Psikolog

Baca: Betrand Peto Respon Pertanyaan soal Naksir Perempuan, Ruben Onsu : Enggak Boleh yang Kayak Gitu !

Bambang Haryo menyebut, saat ini angkutan penyeberangan sudah kesulitan menutupi biaya operasional, bahkan membayar gaji karyawan dan kru pun susah.

"Beberapa pengusaha juga mengalami kesulitan mengembalikan bunga permodalan dan bahkan akan ditarik oleh pihak perbankan," katanya.

Bambang menyebut, kenaikan tarif kapal ferry sudah dibahas lebih dari 1,5 tahun dan disepakati bersama pelaku usaha penyeberangan.

Namun hingga kini tarif tersebut belum juga ditetapkan oleh instansi yang berwenang atau belum ada persetujuan.

Padahal Dirjen Darat Budi Setyadi sudah memimpin langsung sosialisasi kenaikan tarif pada bulan Desember 2019 di depan YLKI dan seluruh Pengusaha Ferry.

Bahkan sosialisasi langsung kenaikan tarif kepada masyarakat pada tanggal 6 Maret 2020 lalu di lintasan Ketapang-Gilimanuk Banyuwangi.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved