Breaking News:

Virus Corona

Ketua Panitia Pengabenan di Desa Sudaji Buleleng Bali Jadi Tersangka

Gede S dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 1 tahun.

Istimewa
Prosesi upacara pengabenan di Desa Sudaji, Buleleng, Jumat (1/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Gede S, Ketua Panitia Pengabenan di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng akhirnya ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga gagal mengawasi proses pelaksanaan upacara pengabenan, sehingga terjadi kerumunan warga.

Padahal, di tengah wabah virus corona atau covid-19 ini, pemerintah termasuk Kapolri telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya dikonfirmasi Senin (4/5/2020) mengatakan, Gede S ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (3/5/2020).

Ia dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan atau denda setinggi–tingginya Rp 100 juta.

Sejumlah warga mengusung abu jenazah Dewa Yoga melewati sungai menuju Setra Banjar Adat Tegal Ambengan, Dusun Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan, Rabu (10/10/2018). TRIBUN BALI/MADE PRASETYA ARYAWAN
Sejumlah warga mengusung abu jenazah Dewa Yoga melewati sungai menuju Setra Banjar Adat Tegal Ambengan, Dusun Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan, Rabu (10/10/2018). TRIBUN BALI/MADE PRASETYA ARYAWAN (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Atau Pasal 93 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan pidana penjara satu tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

"Dalam suasana pengabenan itu, kami tidak melihat masyarakat melakukan social distancing atau physical distancing. Sehingga dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ditemukan adanya pelanggaran hukum, Ketua Panitia selaku orang yang bertanggung jawab atas berkerumunnya orang saat pengabenan ditetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Baca: Polisi Bekuk Tersangka Curanmor dan Prostitusi Online, Libatkan Perempuan 17 Tahun

Gede S, kata Iptu Sumarjaya saat ini sudah diamankan di Mapolres Buleleng 1x24 jam.

Mengingat hukumannya di bawah lima tahun, Sumarjaya menyebut kemungkinan Gede S hanya diberikan wajib lapor.

"Kasus ini masih dikembangkan lagi, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah tersangka," terangnya.

Upacara pengabenan sebelumnya dilaksanakan oleh Dadia Pasek Kubayan dan Dadia Pasek Gelgel Pegatepan.

Baca: Ramadan Saat Pandemi Covid-19, Syakir Daulay Menenangkan Diri, Tetap Produktif Sambil Rebahan

Pengabenan ini diikuti sebanyak 17 sawa.

Upacara pengabenan dilaksanakan pada Jumat (1/5/2020) di Setra Tengah dan di lapangan umum Desa Sudaji.

Saat upacara digelar, banyak masyarakat yang berkerumun. Bade juga diusung lebih dari 25 orang.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Dinilai Gagal Awasi Prosesi, Polres Tetapkan Ketua Panitia Pengabenan Desa Sudaji sebagai Tersangka

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved