Minggu, 3 Mei 2026

Virus Corona

Tiru Korea Selatan, Jawa Barat Kebut 300 Ribu Tes Corona

Pemerintah Provinisi Jawa Barat akan memanfaatkan sembilan laboratorium untuk memeriksa spesimen corona

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat, Ridwan Kamil 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan wilayah yang dipimpinnya memiliki kesamaan jumlah penduduk dengan Korea Selatan, yakni 50 juta jiwa.

Ridwan Kamil berupaya mengikuti langkah Korea Selatan yang melakukan pengetesan terhadap 0,6 persen warganya atau sebanyak 300.000 jiwa.

Meski begitu, Ridwan Kamil mengatakan saat ini Jawa Barat baru mencapai 110.000 pengetesan.

Pihaknya akan mengejar untuk mencapai target pemeriksaan.

"Target kita adalah mengikuti Korea Selatan 0,6 persen kali 50 juta, jadi harus nya 300.000 tes, tapi Jawa Barat baru 110.000. Kita masih ada kekurangan," kata Ridwan Kamil melalui video streaming yang ditayangkan BNPB, Sabtu (16/5/2020).

Dikatakan, dengan bantuan dari BNPB yang selalu support kepada kami di gugus tugas Jawa Barat, kami berharap dalam waktu dekat ini bisa melakukan yang namanya pengetesan sampai 300 ribu.

Baca: Ridwan Kamil Sampaikan 3 Benteng Utama Provinsi Jawa Barat untuk Lawan Covid-19 dan Berikut Hasilnya

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa tes tersebut dibagi menjadi dua jenis yakni Rapid Test dan Real Time PCR.

Dirinya mengatakan Pemerintah Provinisi Jawa Barat akan memanfaatkan sembilan laboratorium untuk memeriksa spesimen corona.

Menurutnya, pemanfaatan laboratorium tersebut dapat meningkatkan jumlah pemeriksaan corona dari 140 menjadi 2.100 perhari.

"Laboratorium yang sudah punya teknologi yang tadinya hanya 140 hari sampai sekarang melonjak menjadi 2100-an sampel pada hari bisa kita lakukan," tutur Ridwan Kamil.

Baca: Pengelola Kebun Binatang Jurug Solo Bantah Tak Sanggup Beri Makan Satwa

Pemeriksaan tes corona ini dilakukan kepada tiga kelompok yang paling berpotensi tertular.

Kelompok tersebut diantaranya PDP dan keluarganya dan kontak yang terdekat dengan mereka. Selanjutnya tenaga tenaga kesehatan, sementara yang kelompok yang ketiga adalah profesi yang rawan berinteraksi dengan kerumunan,

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved