Breaking News:

Mahasiswi Makassar Terancam Hukuman Mati di Nunukan, Ini Kasus yang Menjeratnya

Kasus yang menjerat mahasiswi cantik ini adalah penyelundupan 20 kilogram sabu dari Tawau, Malaysia.

Tribunnews Batam/ Istimewa
Ilustrasi Sabu-sabu 

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Telah beberapa kali melakukan kejahatan, mahasiswi semester 3 di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, berinisial ES (22) terancam hukuman mati.

Kasus yang menjerat mahasiswi cantik ini adalah penyelundupan 20 kilogram sabu dari Tawau, Malaysia.

Ia ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, awal September 2019.

 “Menurut kami, perbuatan terdakwa sudah berulang dan barang buktinya pun besar yang pernah ada di Nunukan,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nunukan, Andi Zaenal, saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Pasal yang dikenakan, yakni 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Pertimbangan lain, selain efek jera bagi yang lain, keterlibatannya dalam transaksi jual beli narkoba lintas negara atau internasional.

Baca: Ririn Ekawati Curhat Sempat Terseret Kasus Narkoba Berdampak Buruk, Sampai Kehilangan Pekerjaan

Perempuan ini sudah 4 kali menjemput barang haram tersebut dalam jumlah signifikan di Tawau, Malaysia, melalui jalur Nunukan.

Pertama, ES berhasil meloloskan sabu berat seberat 500 gram dengan upah kurir Rp 15 juta.

Kedua, sabu berat 1 kilogram dengan upah Rp 20 juta. Ketiga, sabu berat 7 kilogram dengan upah Rp 30 juta. Keempat atau yang terakhir, 20 kilogram dengan upah Rp 90 juta dan berhasil ditangkap polisi.

“Barang itu dia ambil dari orang yang bernama Asri di Tawau, Malaysia. Orang sudah kami jadikan DPO,” kata Andi.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved