Breaking News:

Virus Corona

Ini Beberapa Kemungkinan Sanksi untuk Oknum Polisi yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

sanksi yang bisa diberikan di antaranya penundaan kenaikan pangkat, tidak bisa ikut pendidikan hingga penempatan dinas

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI - Petugas menghentikan pengendara yang tidak menggunakan masker di Pos Check Point Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Pelaksanaan pengawasan di Check Point wilayah Jakarta dengan perbatasan diperketat guna menekan penyebaran Covid-19 pada saat perayaan Idul Fitri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Propam Polda Jawa Barat terus memeriksa Bripka HI, oknum polisi di Bandung, Jawa Barat yang viral di media sosial karena mengamuk saat ditegur tak pakai masker beberapa waktu lalu.

Rencananya, sidang kode etik dan disiplin terhadap Bripka HI segera digelar.

Baca: Rencana Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Dinilai Sudah Stres

“Tunggu hasil sidang dulu untuk hukuman kepada yang bersangkutan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erlangga Saptono ‎saat dikonfirmasi Kamis (28/5/2020).

Sanksi apa yang bakal diterima Bripka HI ditentukan dari hasil sidang?

Erlangga mengatakan banyak hukuman yang bisa diberikan kepada Bripka HI.

Di antaranya penundaan kenaikan pangkat, tidak bisa ikut pendidikan hingga penempatan dinas.

"Hukuman tunggu dari sidang kode etik, nanti putusannya bisa penundaan kenaikan pangkat, bisa tidak mengikuti pendidikan, banyak hukuman yang bisa diterapkan," tambahnya.

Diketahui, kejadian ini viral setelah video yang diunggah akun Instagram @seputarbandung.com ‎memperlihatkan ada seorang pengemudi mobil Toyota Fortuner marah ketika ditegur tidak menggenakan masker.

Pengemudi itu ternyata anggota Satlantas Polrestabes Bandung, Bripka HI.

Ketika kejadian yang bersangkutan malah adu mulut dengan sesama rekannya yang sedang melaksanakan tugas pemeriksaan di pos penjagaan PSBB di check point Kecamatan Ciparay, tepat di depan Polsek Ciparay, Senin (25/5/2020).

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Bandung atas arogansi Bripka HI.

Polda Jawa Barat telah memberikan sanksi tegas pada Brika HI atas tindakan tidak terpuji yang harusnya tidak dilakukan seorang anggota Polri.

Baca: Tak Bawa SIKM, 6 Ribu Lebih Kendaraan Hendak Masuk Jabodetabek Diminta Putar Balik

Bripka HI langsung dimutasi dari Satlantas Polrestabes Bandung ke Yanma Polda Jawa Barat agar fokus pemeriksaan di Propam.

Diharapkan kejadian tersebut tidak kembali berulang.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved