Breaking News:

Diduga Sakit Menahun Jadi Pemicu Oknum Polsek Tebing Tinggi Bunuh Diri Tembakan Senjata di Leher

Senjata api yang digunakan untuk aksi bunuh diri berjenis Revolver S&W BBL AFD 9473

TRIBUN MEDAN/HO
JASAD Bripka Mangara Alva Pasaribu ketika hendak dievakuasi oleh pihak kepolisian di kediaman orangtuanya di Desa Gempolan Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (3/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Indra Gunawan 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Bripka Mangara Alva Pasaribu, personel Polsek Tebing Tinggi yang bunuh diri dengan senjata api di rumah orangtuanya diduga mengalami stress.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang menjelaskan kepada wartawan, yang bersangkutan mempunyai penyakit pinggang.

Diduga karena hal ini lah korban nekat untuk menghabisi nyawanya sendiri.

"Kita sudah cek TKP dan kumpulkan keterangan dan saksi-saksi. Intinya dia ada sakit di pinggang. Mungkin ini yang membuat dia setres,"ucap Robin Simatupang di lokasi kejadian di Desa Gempolan Kecamatan Sei Bamban Rabu, (3/6/2020).

Ia menyebut selama ini yang bersangkutan sudah berupaya untuk berobat.

Baca: Harus Masak Nasi Banyak Kalau Membuat Resep Telur Santan Pedas Ini di Rumah! Enaknya Kebangetan

Selain ke rumah sakit juga melakukan pengobatan tradisional.

Sampai sekarang katanya penyakit tersebut belum juga bisa sembuh.

"Dia bunuh diri dengan menggunakan senpi miliknya. Ini rumah orangtuanya dia datang ke rumah orangtuanya pagi hari. Cuma satu kali letusan," ucap Robin.

Informasi lain yang dikumpulkan bahwa senpi yang dimiliki oleh yang bersangkutan berjenis Revolver S&W BBL AFD 9473.

Baca: Bunuh Diri di Jepang April 2020 Malah Menurun 15,68% Terbanyak di Tokyo

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved