Virus Corona

Tanggapan Ahli Hukum soal Viral Keluarga Ngamuk karena Pasien Tumor Dikubur Sesuai Protap Covid-19

Sanksi administrasi, perdata, dan pidana, bisa diberikan pada rumah sakit, jika terbukti melakukan praktik yang salah atau malapraktik.

AFP/ADEK BERRY
Ilustrasi pemakaman dengan protap Covid-19 

"Kalau ada malapraktik, hukumannya macam-macam, bisa sanksi pidana, bisa administrasi."

"Maka tindakan pertama harus mengadukan ke ikatan dokter Indonesia, nanti mereka yang akan melakukan pemeriksaan dan penegakan hukum dari etika profesi," jelas Agus.

Menurutnya, keluarga pasien bisa menggugat ke jalur hukum, jika terbukti ada pelanggaran kode etik.

"Pidananya bisa dilakukan kalau terbukti dalam kode etik itu ada aspek yang dilanggar."

"Itu bisa digugat baik pidana, perdata, ataupun administrasi," katanya.

Baca: Marak Aksi Pengambilan Paksa Jenazah Corona di Rumah Sakit, Ahli Paru: Bahaya, Sekeluarga Bisa Kena

Baca: KSAD Minta Analis dan Kepala Lab PCR Covid-19 di 68 Rumah Sakit TNI AD Segera Disiapkan

Baca: Ahli Jelaskan Tiga Mode Terapi Pengobatan Gagal Ginjal, Ada yang Portabel Tak Perlu ke Rumah Sakit

ilustrasi pemakaman dengan protap Covid-19
ilustrasi pemakaman dengan protap Covid-19 (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Namun, Agus menyarankan agar keluarga tak langsung melakukan gugatan pidana.

"Kalau perdata bisa mengadukan ke pengadilan, apa kerugian materi atas tindakan malapraktik itu."

"Pidana kalau menyangkut kejahatan secara umum, tapi yang paling mungkin administrasi atau perdata, jangan tiba-tiba langsung pidana," jelas Agus Riwanto.

Baca: Kronologi Mayat Pasien PDP Covid-19 Hilang Misterius saat di Kuburan: Jenazahnya Masih Dicari

Baca: Rahasia Risma Buat 519 Pasien Corona Sembuh dalam 5 Hari, Walkot: Kita akan Tinggi Terus Kesembuhan

Baca: Pemakaman George Floyd Dihadiri 500 Pelayat, Jenazah Disemayamkan di Houston Tempatnya Dibesarkan

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved