Breaking News:

Sungai Calendu Meluap, Tujuh Kelurahan di Bantaeng Sulsel Terendam Banjir  

Rumah warga banyak yang terendam banjir. Perkebunan dan fasilitas umum lainnya juga terdampak banjir.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
dok BNPB
Bajir melanda Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Banjir tersebut akibat curah hujan tinggi sekaligus meluapnya Sungai Calendu setelag tak mampu menampung debit air, Jumat (12/6/2020) pukul 17.00 WITA. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Sebanyak tujuh kelurahan yang berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Calendu.

Sungai meluap setelah tak mampu menampung debit air dari tingginya curah hujan pada Jumat (12/6/2020)  pukul 17.00 WITA.

'Selain meluapnya Sungai Calendu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam Balang Sikuyu pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati,  melalui siaran pers BNPB, Jumat, (12/6/2020).

Baca: Tiga Kelurahan di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Terendam Banjir Rob

Adapun tujuh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Mallilingi, Kelurahan Letta, Kelurahan Lembang Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bontoatu dan Kelurahan Bontorita.

Sementara itu, kondisi di lapangan yang dapat dilaporkan adalah rumah warga banyak yang terendam banjir. Perkebunan dan fasilitas umum lainnya juga terdampak banjir.

Baca: Jadi Sorotan, Ahok Tanggapi Foto Nicholas Sean Mancing di Depan Rumah saat Banjir, Ungkap Kondisi

"Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan koodinasi dengan dinas terkait dan berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak. Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng, katanya. 

Hingga kini menurutnya belum ada laporan mengenai korban jiwa. Seluruh kerugian dan pendataan lainnya masih dalam proses di lapangan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved