Breaking News:

Tiga Tersangka Judi Online di Aceh Terancam Hukuman Cambuk Maksimal 45 Kali, Tertangkap di Warnet

Tiga tersangka judi online dikenakan (dipersangkakan) dengan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Freepik
Ilustrasi- Tiga tersangka judi online dikenakan (dipersangkakan) dengan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. 

Dari warnet itu petugas mengamankan BB 1 CPU merk DELL, 1 monitor merk H198HQV, 1 keyboad, 1 mouse, uang tunai Rp 250.000, dan 7 lembar kertas ID.

Kemudian terakhir, tersangka RA (23) sebagai penjaga warnet ditangkap pukul 22.00 WIB, di Warnet Gladi Net di Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro.

Di warnet itu disita BB 1 CPU Merk Futura NED x Vioo, 1 monitor Merk Acer, 1 keyboard dan mouse, uang Sebesar Rp 200.000, dan 3 lembar kertas ID.

"Ketiga tersangka ditangkap pada Senin (22/06/2020) malam dan langsung diamankan ke Mapolres Langsa," sebut Ipda Narsyah.

Berita sebelumnya, tiga tersangka judi online selama ini menyediakan (menjual) ID sbobed (judi online) dengan nilai bervariasi dan mendapat keuntungan 20-30 persen.

"Nilai ID sbobed yang mereka jual bervariasi ada yang Rp 25 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, setiap ID mereka mendapat keuntungan antara 20-30 persen," ujar Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kanit Tipikor, Ipda Narsyah Agustian SH.

Ipda Narsyah merincikan, bahwa untuk ID sbobed 25 ribu dijual pelaku Rp 30 ribu, lalu ID Rp 50 ribu dijual Rp 60 ribu, dan ID Rp 100 ribu dijual Rp 110 ribu.

Menurut Kanit, awalnya anggota Unit Opsnal Sat Reskrim menerima informasi dari masyarakat bahwa di warnet ID LGS, Warnet GN, dan Warnet BG ada menyediakan ID judi online jenis sbobed.

Mendapat informasi itu, Tim Opsnal langsung bergerak mendatangi ketiga warnet tersebut pada Senin (22/06/2020) malam.

Petugas berhasil mengamankan ketiga pelaku sebagai pemilik warnet.

Halaman
123
Editor: Miftah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved